Ini kisah tentang Hellen, manusia yang pelik buat dipahami. Aneh, random, cukup gila, galak, suka ngomong kasar, suka ngegas dan selalu mikir bahwa semua orang bakalan bisa memaklumi dia.
Selalu semena-mena, sampai suatu ketika tertampar kenyataan...
picture on the multimedia is Kenneth's private account.
Pintu kamar Hellen gak tau udah diketuk berapa kali tapi yang jelas berisik banget. Hellen dengan otomatis nutup kepalanya pake bantal tapi tetap aja tuh kedengaran suara pintu diketuk.
Dan jangan lupakan ponselnya yang getar-getar di atas meja.
"AAA MASIH NGANTUK." Teriak Hellen dengan spontan tanpa benar-benar berpikir akan situasi yang ada. Ya iyalah orang ngantuk mana yang mau mikir banyak-banyak?
"Non, itu temennya nyariin dibawah." Kedengaran suara Bibi Ija. Bibi Ija ngomongnya segan-segan dan kayak kedengeran takut.
Hellen akhirnya bangun duduk dan ngucek matanya. "Siapa bi?" Tanya Hellen sambil ngacak-ngacakin rambutnya.
"Den Kenneth non."
Hellen buka mulutnya besar-besar karena menguap. "Hoaaamm... usir aja Bi."
"Waduh, kasian Den Kennethnya atuh non." Ujar Bi Ijah tak enak.
"Coba deh Bibi usir. Taruhan sama Hellen gabakalan pergi tuh manusia."
"Bibi gak berani ngusir non." Di luar sini Bi Ijah serba salah. Mau ngusir itu tamunya baik-baik, tapi mau gak usir, si Nona rumah nyuruh begitu.
Akhirnya daripada ribet mutusin ngusir atau nggak, Bi Ija memilih buat balik ke dapur. Sementara Hellen disini masih sibuk ngumpulin nyawa.
Hellen ngelirik ponselnya yang masih getar-getar gajelas. Beberapa saat kemudian, Hellen pun memutuskan buat ambil ponselnya dan ngeliat apa yang terjadi.
Yah, tak mengherankan lagi. Beranda notifikasinya penuh dengan pemberitahuan tentang pesan dari unknown number. Gak butuh waktu lama buat mikir, Hellen udah tau itu siapa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tak lain, tak bukan, tak salah lagi - Kenneth. Yah, coba saja pikir. Gak bakalan ada orang lain yang ngirim pesan gitu ke Hellen. Cuman Kenneth aja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.