Vraka tertawa menyeringai. "Lo but-"
"AZRAKHA CURANG!!! ANJING! SAMPAH!!" Tiba-tiba saja suara itu terdengar dengan keras. Jeremy muncul diikuti Briam dan Nino.
Namun Jeremy, Briam, serta Nino tidak muncul dari dunia entah berantah dengan tangan kosong.
They do bring someone.
Jeremy lalu mendorong seseorang yang dia kawal bersamaan dengan Nino dan Briam.
BUKH!
Yang didorong jatuh tersungkur kedepan, tampak lebam di sekujur badan dan wajahnya.
Semuanya melongo, tercekat, tak percaya apa yang mereka lihat.
"KIANO?!?!?!"
Rasanya mereka semua tak ada yang bisa percaya apa yang mereka lihat. Kiano jatuh tersungkur di hadapan mereka. Vraka sendiri bisu untuk sesaat. Tapi semua yang ada di sana tahu sedikit lagi dia akan meledak.
Perlahan, semua kepala menoleh ke arah si pembalap hitam. Semua mata yang penuh tanda tanya itu menatap bingung ke arahnya. Namun lidah mereka terlalu kelu untuk mengeluarkan sepatah kata pun.
Dalam keheningan yang mendadak dan seolah menjeda semua orang dari aktivitas mereka, si pembalap hitam memanfaatkan itu dengan mundur pelan-pelan. Namun sementara dia mundur, sementara pula mereka melihatnya bingung, menunggu dia melepaskan helm hitam itu.
Namun si pembalap hitam tetap mundur.
Satu langkah.
Dua langkah.
Tiga langkah.
Bukh
Bukan, ini bukan bunyi benturan keras. Ini hanya bunyi benturan biasa. Si pembalap hitam rupanya terbentur sesuatu di belakangnya. Atau lebih tepatnya - seseorang.
Kali ini gerakkan slow motion itu berpindah pada si pembalap hitam. Jantungnya berdegup kala punggungnya terbentur pelan. Dengan perlahan ia menoleh, namun belum sempat pandangan matanya menangkap sosok yang ditabraknya,
"Kenneth?" Peter mengernyit, mempertanyakan apakah orang yang berdiri di belakang si pembalap hitam Kenneth atau bukan.
Semua yang disana makin mengernyit. Raka menunjuk si pembalap hitam perlahan. "Terus? Kalo yang itu bang Kenneth, ini siapa?" Tanyanya dengan wajah paling bingung yang pernah ada. Tadinya dia sudah berasumsi bahwa orang di balik kostum pembalap berwarna hitam itu adalah Kenneth. Yah, dia lupa memperhitungkan tinggi badan Kenneth yang lebih dari Kiano saat berasumsi.
Semuanya terpaku tercengang. Saat itu juga si pembalap hitam menyadari bahwa posisinya setelah mundur sudah lumayan jauh dari mereka semua. Hanya Kenneth satu-satunya orang yang dekat dengan dia. Kenneth sendiri rupanya sudah paham duduk perkara dari situasi yang terjadi.
Namun Tiba-tiba saja dia lari. Si pembalap hitam lari. Caranya beranjak dengan cepat dari tempatnya berdiri membuat semua yang disana berteriak, terutama Vraka dan kawanannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
VIRAGO [ON GOING]
Teen FictionIni kisah tentang Hellen, manusia yang pelik buat dipahami. Aneh, random, cukup gila, galak, suka ngomong kasar, suka ngegas dan selalu mikir bahwa semua orang bakalan bisa memaklumi dia. Selalu semena-mena, sampai suatu ketika tertampar kenyataan...
![VIRAGO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/250330594-64-k349492.jpg)