14 - tau tai kucing?

20 3 4
                                        

Hellen narik langkahnya berat. Pengunguman baru aja dia dengar kalo pesawat yang akan ditumpangi kak Hizkia sama Manty bakalan berangkat.

Dia jalan bareng kak Hizkia dan Manty hingga sampai di tempat check in. Mukanya udah kusut.

Langkah mereka yang berbarengan akhirnya berhenti. Manty ngambik kantung snack punya Manty sama Kak Hizkia yang dipegang Hellen.




"Sekolah yang semangat ya. Cuman dua minggu doang. Ga lama-lama nanti Manty balik temenin lagi kok." Ucap Manty sambil ngusap-ngusap kepala Hellen.

Tapi abis itu Manty peluk Hellen dikit lama terus kecup dahi Hellen. "Anak Manty harus bisa mandiri." Ujar Manty sambil senyum.

Hellen ngangguk sambil ngulas senyum juga. "Siap." Jawabnya girang.




Giliran Manty pamit usai. Sekarang giliran kak Hizkia. Lelaki berhoodie abu-abu itu mendekat ke arah Hellen.
"Ingat apa pesan gua?"

Hellen natap kak Hizkia kesel tapi lalu ngangkat tangannya terus ngomong sambil lipat jari-nya ikutin hitungan. "Satu - gaboleh bunting di luar nikah." Hellen bilang gitu sambil taroh tangan di samping bibir, pose orang bisik gitu. Ditambah suaranya dipelanin.

"Dua - gaboleh bunuh orang. Tiga - gaboleh banyak terlambat sama bolos."

"Eh? Berarti kalo ga boleh banyak bolos, boleh dikit bolos dong." Sambung Hellen.

Kak Hizkia nepuk jidatnya sedangkan Manty ketawa. "Ga gitu konsepnya." Ujar kak Hizkia.

"Yaudah, gua pergi dulu. Jaga diri lo disini. Harus mandiri udah ga ada gua. Oke?" Tanya kak Hizkia sambil cubit hidung Hellen pelan.

"Iya iya." Hellen jawabnya pake muka kesel. Iya mukanya kesel karena air matanya udah kekumpul di pelupuk matanya.

"Dahhh..." kak Hizkia mundur beberapa langkah lalu berbalik.

Manty juga udah mulai jalan. Tapi mendadak, belum jauh, baru sekitaran lima langkah, kak Hizkia berhenti.

Dia balik belakang ngadep Hellen dan bener saja dugaannya. "Yeu, Man, nangis dia." Ujar kak Hizkia yang kini liat Hellen ngucek-ngucek matanya.

"Sembarangan. Ga kok." Bantah Hellen sambil ngelap air mata dan sambil pasang muka kesel.

Manty cuman senyum iba. Sedangkan kak Hizkia mendadak jalan mendekat ke Hellen dan rentangin tangannya.

"Sini." Ujarnya saat berhenti di depan Hellen.

Hellen cuman natap kak Hizkia kesal tapi abis itu dia meluk kak Hizkia.

"Udah gausah nangis dong." Bujuk kak Hizkia.

"Iya ga nangis."

"Janji ya."

"Hm."

Kak Hizkia ngelus puncak kepala Hellen sekilas. "Udah gausah sedih. Muka lo kayak sapi pak RT pas lagi makan rumput kalo lagi nangis."

"Bacot lo."

Kak Hizkia ketawa sambil ngelepas pelukan. "Setan. Udah sana sekolah. Dadah." Dia ngelambain tangan ke Hellen lalu balik lagi jalan.

"Dadah Hellen sayang." Seru Manty.

"Dadah." Hellen ngelambain tangannya sambil ngebersihin sisa air matanya.

Abis itu dia lalu jalan balik. Keluar ke parkiran, menuju mobil yang di dalamnya udah ada Pak Darto yang nunggu.

Hellen akhirnya naik ke mobil saat sudah tiba di tempat parkiran.

VIRAGO [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang