Theressia berdiri tepat di tengah antara Della dan Catherine. Sudah sepuluh menit mereka bertiga disini tapi tak ada satupun dari antara mereka yang memulai pembicaraan. Semuanya sibuk tenggelam dalam pikiran masing-masing, dalam kegugupannya sendiri. Acara balap motor sedikit lagi mulai.
Di dekat mereka ada gerombolan anak-anak lainnya. Raka, Farell, Noello, Emillio, Jarvis, dan Ian. Memang beberapa agak belum familiar, karena memang mereka jarang bergabung, but they're part of the club.
Sedari tadi hal yang dilakukan Raka adalah memantau Della, Catherine, dan Theressia. Bisa bahaya kalau mereka bertiga pergi tanpa pengawalan makanya sedari tadi mereka dipastikan ada di tengah para cowok.
Tapi aslinya kali ini balapan tidak hanya didatangi oleh anak-anak Ganendra maupun Azrakha. Rupanya si pengajak alias pembuat onar itu sendiri mengundang banyak orang. Ya pikir Vraka harinya akan lebih indah jika makin banyak orang menyaksikan kekalahan memalukan dari Azrakha.
Para pembalap rupanya masih di area Paddock. Memang malam ini hanya dua peserta balap. Penonton didominasi oleh anak-anak Ganendra dan anak-anak Garskalio lainnya sementara anak-anak Azrakha hanya sedikit.
Entah apa yang dibicarakan di bawah sana, tapi kelihatannya dua peserta balap sedang di-briefing. Agak susah membedakan kedua pesertanya alias baju yang digunakan lengkap beserta pelindungnya dan tentu saja kepalanya tertutup helm. Satu-satunya yang bisa membedakan hanya warna pakaiannya. Yang dari Ganendra menggunakan warna oranye dan dari Azrakha menggunakan warna hitam.
Briefing serta persiapan memang agak lama. Dengan cemas dan gugup Raka serta yang lainnya menunggu di bagian kursi penonton. Semuanya masih sangat cemas namun tiba-tiba Catherine mengguncang tangan Della dan Theressia. "Itu sana si Briam sama Kesha?" Bisik Cathrine sambil menunjuk ke suatu arah secara sembunyi-sembunyi.
"Anjir." Ujar Della saat melihat apa yang dimaksudkan oleh Catherine.
"Idih pasangan menjijikan." Ujar Theressia pelan.
Namun dengan segera mereka makin melongo saat segerombolan wanita datang menemui Briam dan Kesha. "Anjing ada mereka juga?" Mata Catherine melotot.
"Shhhhh, ngomongnya pelan-pelan, kita gak bisa ngacauin apapun ingat kita sedikit, gak bisa apa-apa kalo kenapa-kenapa." Peringat Raka saat Catherine gak sengaja menaikkan suaranya.
Yang dimaksud Catherine adalah Jenna, Jeanna, dan tentu saja Aurelie. Iya, mereka datang dan bergabung dengan Briam serta Kesha. Duduk dan bercengkerama disana serta sesekali tertawa lepas.
Kekesalan Catherine, Della, dan Theressia masih mengudara namun sirna seketika saat terdengar bunyi menggema di seluruh sirkuit pertanda balapan akan segera dimulai. Mereka segera menegakkan posisi duduk masing-masing.
Pembalap memasuki area start dan segera bersiap di atas motor masing-masing. Di sini jantung Della mulai berdegup kencang. Tak hanya Della, melainkan There, Catherine dan mungkin para lelaki juga merasakan hal yang sama.
Balapan dimulai. Akan ada tujuh putaran dan putaran ketujuh akan jadi putaran finalnya. Si pemandu berjalan di sepanjang garis start lalu berhenti di tengah sambil membawa dua bendera motif kotak-kotak hitam dan putih di tangannya. Atmosfir makin menegang, makin terasa semua kegugupan yang ada. Namun euforia dan sorakkan penonton makin lama makin menjadi-jadi.
Lampu merah menyala.
"TIGA!"
KAMU SEDANG MEMBACA
VIRAGO [ON GOING]
Teen FictionIni kisah tentang Hellen, manusia yang pelik buat dipahami. Aneh, random, cukup gila, galak, suka ngomong kasar, suka ngegas dan selalu mikir bahwa semua orang bakalan bisa memaklumi dia. Selalu semena-mena, sampai suatu ketika tertampar kenyataan...
![VIRAGO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/250330594-64-k349492.jpg)