Kembali ke 13 Desember
Mama Keika, Papa Keean, serta Kenneth baru kembali ke rumah seusai mengantarkan para bocil-bocil pulang. Mereka baru selesai dekor rumah untuk natal. Sekarang sudah sekitar pukul sepuluh malam.
Mama Keika dan Papa Keean menuju dapur, duduk dan mengobrol disana. Sementara Kenneth entah kemana.
"Ken." Panggil Mama Keika.
Tidak ada suara.
"Kenneth." Panggil Mama Keika kepada Kenneth dari dapur namun hasilnya masih nihil. Tidak ada suara juga.
"Eiji, Kaka." Panggil Papa Keean.
Kenneth tiba-tiba muncul di ruang keluarga yang langsung terhubung di dapur. Baik Papa Keean dan Mama Keika sama-sama duduk di meja bar di dapur.
"Kenapa?" Tanya Kenneth sembari jalan mendekat dan mengambil tempat duduk bersama Papa dan Mamanya.
"Sini duduk sama Papa sama Mama, ngobrol." Ujar Papa Keean. Kenneth menurutinya. Tak ada ekspresi menolak, tak ada ekspresi terpaksa, dia melakukannya dengan senang hati dan ikhlas namun ekspresinya biasa saja.
"Jadi, mau ngobrolin apa?" Tanya Kenneth pelan ke Papa dan Mamanya.
Papa Keean menyeruput kopinya sementara mama Keika menyodorkan satu gelas susu putih pada Kenneth.
"Terima kasih mama." Ucap Kenneth sembari mengambil susu yang dibuatkan Mama Keika ke dekatnya.
"Ngobrolin kamu." Jawab Mama Keika sambil senyum.
Kenneth tertawa kecil lalu meminum minumannya. "Cerita apa? Kaka putus sama pacar kakak?" Tebak Kenneth langsung ke inti topik yang dia sudah prediksikan ini.
"Papa sama Mama bukan maksa mau tau karena kita mau protektif, enggak. Papa sama Mama cuma mau tau apa kakak baik-baik aja? Soalnya tadi Kakak bilang Kakak putus sama pacar Kakak." Jawab Papa Keean.
"And what's up with that sentence that made both of you think that probably im not okay?" Bukannya menjawab Kenneth malah melempar pertanyaan lain pada papa dan mamanya.
"Come on, we know the story. Kamu dulu kan sering ngobrolin dia. Kamu juga gak tutupin how you both meet, how your relationship going. Yang kamu tutupin tuh cuman waktu yang putus pertama aja. Terus tiba-tiba kamu minta pindah, tau-taunya balikan, dan sekarang udah putus. Dari cerita kamu, mama simpulin that she mean a lot to you. So now that you're facing the second goodbye-"
"The last goodbye." Sanggah Kenneth.
KAMU SEDANG MEMBACA
VIRAGO [ON GOING]
Teen FictionIni kisah tentang Hellen, manusia yang pelik buat dipahami. Aneh, random, cukup gila, galak, suka ngomong kasar, suka ngegas dan selalu mikir bahwa semua orang bakalan bisa memaklumi dia. Selalu semena-mena, sampai suatu ketika tertampar kenyataan...
![VIRAGO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/250330594-64-k349492.jpg)