Side story | Karma

81 4 2
                                        

Setelah kematian permaisuri, kerajaan Himeji menjadi yang paling hening, selama 7 hari berkabung hujan tidak pernah usai. Seakan-akan langit ikut menangisi kepergian wanita baik itu.

Dengan rasa bersalah nya Guang Xi memberikan dekrit untuk menghancurkan keluarga Qie. Secara pribadi selir Qiqi dilemparkan ke penjara dimana Xiang Fei dulu pernah berada disana, terlihat ringan, namun sebenarnya seluruh kulit selir Qiqi dikelupas dan kedua kaki beserta tangan nya dipotong.

Menteri Qie mendapatkan hukuman pancung, sedangkan kepala kasim shim dipotong-potong seluruh anggota tubuh nya dalam keadaan hidup oleh algojo. Membiarkan luka yang terbuka itu digerogoti oleh tikus.

Banyak nya kematian akibat bunuh diri membuat keadaan kakaisaran mengalami penurunan ekstrem. Keberadaan permaisuri sangat mempengaruhi kestabilan Himeji, serta turun nya kepercayaan rakyat jelata kepada pemerintahan kekaisaran membuat segalanya semakin pelik.

Hal-hal tersebut membuat Guang xi mengalami depresi, Jendral Liqin serta penasehat Liu telah mangkat dari jabatan nya. Pergi menuju suatu tempat untuk mewujudkan mimpi-mimpi Xiang Fei yang tak pernah terwujud.

Sistem ekonomi hancur, kesejahteraan rakyat menurun. Para petani kehilangan mata pencaharian setelah hujan yang turun terus-menerus. Para menteri yang paling berkompeten telah pergi mengikuti sang permaisuri, menyisakan para menteri tak berguna yang satu persatu mulai menunjukkan wajah asli mereka.

Tinggal menunggu bagaimana dinasti itu mati secara perlahan-lahan.

Seorang gadis keluar dari kereta, menginjakan kaki nya pada tanah basah. Ia sudah mendengar tentang kematian permaisuri, kenyataan jika wanita yang menjadi panutan nya mati dalam keadaan seperti itu membuat nya berduka.

Makam itu masih baru dan menguarkan aroma harum bunga. Gadis itu meletakan sepelukan bunga krisan diatas makam.

"Aku berharap kehancuran dinasti ini membuat anda tenang yang mulia. Biarkan dunia kejam ini hancur setelah melukaimu, menjadikanmu menderita. Aku berharap... Jika di kehidupan selanjutnya anda dapat bebas, memiliki kebebasan seperti yang anda berikan padaku."

Gadis itu adalah Qiongling, mantan selir termuda Kaisar Guangxi. Air mata mengaliri kedua pipi nya. "Dinasti ini telah mengecewakanmu maka runtuhlah ia seperti air matamu yang berharga."

Saat itu terdengar ledakan riuh. Gerbang istana telah di bobol oleh para petani yang melakukan gerakan pembrontakkan. Semua orang menyeruak masuk membuat keributan. Namun, yang mengejutkan adalah bagaimana mereka tetap menghormati peristirahatan terakhir mendiang Permaisuri dan para pengikutnya.

Qiongling membakar semua keterikatan dunia yang diberikan Guan Xi pada Xiang Fei. Seseorang yang lemah seperti nya tak pantas untuk terikat pada wanita sebaik mendiang Permaisuri.

"Selamat tinggal yang mulia." Qiongling berbalik, meninggalkan makam itu berlawanan arah dengan semua orang yang menyerang kerajaan.

****

Di tempat lain jenderal Liqin dan penasehat Liu menghentikan perjalanan mereka, mendengar desiran angin.
"Mereka telah melakukan nya." Kata penasehat Liu melihat api besar yang membakar kekaisaran.

Jenderal Liqin membuang muka kearah langit yang sedikit demi sedikit menurunkan rintik hujan. "Sampai akhir kau tetap terlalu baik dik." Hujan itu memadamkan api.

"Apa kau menyesal telah pergi?"

Jendral Liqin menggeleng. "Walaupun tidak secara langsung aku juga berperan penting dalam penderitaan hidup Xiang Fei. Semua dosa yang kulakukan pada nya tidak akan terbayar, satu-satunya yang dapat kulakukan adalah mewujudkan semua keinginan terakhir nya."

"Karena itu kita ada disini untuk menebus dosa."

Mereka melanjutkan perjalanan menuju sebuah desa dimana dulu Xiang Fei bersembunyi dari Guang Xi. Melihat kedatangan mereka masyarakat tak henti-hentinya menangisi kepergian wanita baik itu. Dunia terlalu kejam untuk seseorang yang menghargai sebuah kehidupan.

END

Empress Xiang FeiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang