Aku mulai mikir kalo mungkin ada beberapa dari kalian yang berpikir judulnya nggak fair.
"Masa title nya Red Velvet tapi fokusnya joyrene doang"
But guys... judul yang untuk the whole work nya aja "Joyrene". Jadi mau aku kasih sub judul Red Velvet pun fokusnya bakal tetep ke Joyrene because what? Because worknya emang untuk Joyrene 😭😭
Dan aku juga mikir aku akhir2 ini terlalu sering bikin plot yg tentang mereka sebagai red velvet daripada yg lebih fresh & menantang. I can't help it. Tiap ada update aku gatahan untuk nulis tentan mereka sebagai member RV sksksksk maapkan
∆
Dan segalanya kembali.
Irene tahu bahwa seberapapun Ia ingin menyangkal dunia demi menghibur diri sendiri, pada akhirnya kata tersebut akan tetap mengandung dua sisi bertolak belakang.
Dibarengi oleh meluapnya kalimat penenang dari para pendukungnya, Ia tetap paham jika tidak sedikit pula uraian menyakitkan nan menggeser komentar supportnya.
Irene tidak pernah hidup sambil menggandeng dusta. Mungkin orang - orang mengatakan hal itu menjadi karisma tersendiri dimana Ia bertindak sesuai hati tanpa memperdulikan paksaan agensi.
Tapi ada satu titik tak terbaca yang akan memutar balik segala prinsipnya hingga mengundang ketidak–percayaan diri untuk masuk dalam pintu kegundahan relung.
"Joohyun–ah, tidak apa - apa. Semua akan berjalan lancar."
Lantas Ia akan membenci dirinya sendiri sepanjang hari akibat berkurangnya ketahanan benteng emosi.
Menjadikan ekspresinya dapat dibaca dalam satu kedipan mata lewat kaca spion tengah, oleh sang manager.
Irene benci diterka.
Irene benci diteliti.
Karena ketika Ia sudah ketahuan, maka tak ada jalan keluar selain menyerah.
Dan kata menyerah memiliki definisi nan baginya sama persis dengan mempertontonkan kelemahan.
Dia seharusnya kuat.
Dia seharusnya terlihat tegar.
Bukannya tergoyahkan akibat satu serangan yang secara harfiah sudah Ia terima sejak masa debutnya.
Seharusnya Ia terbiasa dan tidak lagi menproyeksikan kekecewaan secara gamblang seolah Ia ingin orang - orang tahu bahwa Ia pun lelah.
Tapi untuk kali ini Ia melepaskan segalanya termasuk ikatan menyesakkan nan Ia ciptakan sendiri sejak lama.
Mengangguk adalah satu gestur nan menunjukkan bila Ia menerima kenyataan bila Ia memang sedang dalam kondisi dibawah standar kuat yang Ia tetapkan bahkan sebelum debut.
Namun hal itu sesungguhnya hanyalah kedok supaya Ia bisa menggiring sang manager. Membuatnya berpikir, Irene membutuhkan waktu sendiri sehingga berhenti berbicara.
Mengijinkan Irene untuk sepenuhnya terserap dalam pemikiran - pemikiran berlebihan nan tanpa sadar justru berpotensi merobek - robek dasar batin.
Tapi Irene tahu.
Meski seperti dijatuhkan dari langit ketujuh, masuk ke lembah berlava panas, Irene tetap tahu.
Ia mungkin tidak akan pernah bisa terbuka sepenuhnya.
Karena memblokir diri sudah merupakan kewajiban nan kini melekat.
Berubah menjadi sebuah karakter.
KAMU SEDANG MEMBACA
JoyRene
FanfictionOneshot collection of Joy X Irene ‼️The whole writing here is based on my own imagination plus some inspiration from another story. But I never even once plagiarized anyone's work. If there are any similarities, I sincerely apologize.
