Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Take A Chance With Me

85 6 0
                                        

Menjadi barista di café dekat kampusnya barangkali merupakan satu dari banyak hal yang cukup menyenangkan bagi Park Sooyoung. Lucunya adalah dia sendiri tak bisa menyebutkan secara pasti alasan apa yang membuatnya berpikir bahwa kegiatan itu menghiburnya, selain karena upah yang lumayan dan sahabatnya yang selalu mengganggu ketenangan harinya.

Beberapa lirikan Sooyoung sesungguhnya kerap Ia tujukan pada satu sosok yang sama di setiap hari kamis, hari dimana seorang perempuan mungil duduk di salah satu kursi bersama tiga perempuan lain yang tampak sedikit lebih bersemangat dibanding dirinya. Tangan mengusap leher, mata terfokus pada layar ponsel, sesekali menanggapi, sisanya hanya menyeruput strawberry smoothie.

Sooyoung tentu tahu siapa dia. Siapa yang tidak? Seorang Bae Joohyun, wanita yang cukup dikenal hampir semua mahasiswa dari segala sudut fakultas karena kepopuleran, skill memimpin, ketegasan, namun juga historinya yang kerap kali mendapat pengakuan cinta dari gadis-gadis lebih muda. Seungwan dan Seulgi, sepasang kekasih yang dikatakan sebagai couple goal nomor 1 fakultas seni itu nyatanya juga pernah menyatakan perasaan pada Joohyun sebelum akhirnya mereka berdua justru jatuh cinta satu sama lain. Kemudian Moonbyul, perempuan yang dijuluki presiden lesbian dari fakultas teknik, juga memutuskan untuk bersahabat dengan Joohyun setelah si mungil menolak confessionnya. Sangat... aneh untuk disaksikan.

Joohyun tidak pernah menerima. Tak pernah mencinta. Selalu mandiri dan berada dalam dunianya sendiri. Padahal Sooyoung berbeda 5 tahun dengan Irene, tapi Sooyoung tak pernah menemukan api yang berkobar-kobar seperti dirinya sendiri di mata Irene. Menjalani pendidikan terlalu awal dan begitu cepat hanya karena Sooyoung menyukai hal itu dan tak ingin menghabiskan waktu secara sia-sia, kini Sooyoung bisa menyimpulkan bahwa Joohyun berada di sisi berlawanan.

Dia menikmati masa sekarang. Bukan bermalas-malasan dalam mengerjakan thesisnya, namun tidak ingin terlalu memaksakan. Lebih memilih untuk menikmati setiap proses dan momen yang dilewatinya. She lives in the present.

"You like her, don't you?" tipikal Yerim. Selalu merusuh dan ingin ikut campur. Tapi ini tidak seperti Sooyoung merasa terganggu akan hal itu. Respon 'huh?' yang lolos dari mulutnya tidak serta merta mengiyakan, namun juga jelas-jelas tak menyangkal. Sooyoung pun bingung. Ia tak bisa menyebutnya dengan 'suka'. Hanya saja presensi Joohyun selalu berhasil memburamkan hal lain di sekitarnya.

Sooyoung terkadang akan tersentak kembali ke kenyataan kala Ia menemukan dirinya melirik sedikit lebih lama dari seharusnya. Joohyun adalah perempuan yang unik. Menarik. Namun tak cukup signifikan untuk sampai merebut hati Sooyoung. Atau mungkin belum.

Hingga ketika di musim dingin Sooyoung menemukan Joohyun sekedar berdiri di depan café kala waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, memeluk dirinya sendiri sambil sesekali menggosok lengan, Sooyoung tak dapat menahan diri dari menyodorkan syal merah yang dikenakannya.

Entah itu adalah keberuntungan atau kesialan, Sooyoung tidak mengerti pula. Yang pasti, mata membulat bingung memandang Sooyoung dan syal didepan wajahnya secara bergantian, barangkali akan terus membayang-bayangi hari Sooyoung.

"Gomawoyo." Joohyun menerimanya dengan tangan terbuka. Untuk pertama kalinya sebuah senyum benar-benar terbentuk karena Joohyun.

"Eonni, kau tinggal dimana?" Lantas seketika ketidak-enakan sepenuhnya menguap dari dirinya. Sooyoung memang tidak pernah takut untuk menyuarakan isi kepalanya. Namun Ia selalu mengedepankan attitude, yang mana cukup bertolak belakang dengan aksinya memanggil orang asing dengan panggilan akrab seperti barusan.

Anehnya, tak ada penyesalan. Barangkali itu karena Joohyun masih terlalu sibuk mengenakan syal merah Sooyoung di lehernya atau mungkin juga Joohyun sekedar terbiasa dengan panggilan sok akrab dari orang-orang yang berniat mendekatinya sejak awal. Yang satu itu tentu saja bukan Sooyoung.

JoyReneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang