Bab 35 : Taruhan

1.5K 146 1
                                        

"Halo, Ma" ucap Zion saat menerima telepon dari Dena

"Kamu lagi nyetir, Zi?" tanya Dena dari seberang sana

"Iya, ini baru aja mau ke rumah Mama buat jemput Farrel" jawabnya

"Kamu lagi sama Ella kan? Kasih ke dia aja, kamu fokus nyetir" suruh Dena

Zion pun menyerahkan handphonenya pada Ella dan langsung diterima oleh perempuan itu dengan pandangan bingung.

"Mama mau ngomongin sesuatu kayaknya" kata Zion

Ella mengangguk singkat lalu mendekatkan ponsel itu ke telinganya.

"Iya, Ma?"

"Kamu sama Zion langsung pulang ke rumah kalian aja"

"Loh emang kenapa, Ma? Kan kita mau jemput Farrel dulu ke rumah Mama"

"Mama sama Farrel lagi di rumah kalian, jadi kalian langsung pulang aja" kata Dena

"Oh gitu, yaudah Ella sama Zion langsung pulang sekarang"

Tut... Tut...

"Mama bilang apa?" tanya Zion

"Kita langsung pulang ke rumah kita aja, Farrel udah di rumah sama Mama" jawabnya

"Mereka di luar atau di dalem rumah? Soalnya kan kuncinya di aku, aku juga nggak pernah ngasih Mama kunci duplikatnya" heran Zion

"Aku juga nggak tau, makanya ayo buruan pulang, anak kita udah kangen sama abangnya nih"

"Idih, kamu dijadiin alesan, sayang. Padahal Mama kamu kan pengen cepet pulang biar bisa makan es krimnya" ucap Zion sambil mengelus perut Ella sebentar

"Sok tau!"

Zion terkekeh, "Emang tau kali. Kalau nggak es krim ya pasti salad buah, selalu aja itu, mungkin itu pertanda kalau anak kita nanti cewek yang manis banget ngalahin Mama nya"

"Masih keukeuh aja kalau anak kita cewek"

"Emang iya. Makin lama aku makin yakin tau, nggak tau juga kenapa? Feeling kali"

Ella memutar kedua bola matanya malas, selalu saja mengatakan hal itu lagi dan lagi.

"Percaya deh sama aku, anak kita tuh cewek" ujar Zion yakin

"Kalau cowok gimana?" tanya Ella menantang, dia sebenarnya tidak memiliki tebakan anaknya ini laki-laki atau perempuan, tapi dia juga tidak suka saat Zion membangga-banggakan feeling nya itu, padahal belum tentu benar

"Kalau cowok, kamu boleh hukum aku. Tapi kalau tebakan aku bener, kamu yang aku hukum. Setuju?"

"Ini kita taruhan ya?" tanya Ella

"Jawab aja kenapa sih?!" ujar Zion kesal

"Hukumannya apa dulu nih?"

"Terserah yang ngehukum aja" jawab Zion

"Nanti kalau kamu ngehukumnya susah gimana?"

"Nggak akan, Zel. Aku masih inget kalau kamu lagi hamil, nggak mungkin aku ngasih hukuman yang nyusahin, cuma hukuman kecil kok" jawabnya sambil membelokkan mobilnya memasuki pekarangan rumah

"Yaudah kalau gitu, aku setuju" kata Ella pada akhirnya

Zion tersenyum senang, dia yakin dia yang akan menang. Karena sejak beberapa tahun yang lalu dia menyadari jika dia bisa menebak karakter seseorang hanya dengan melihat wajah atau fotonya. Dan mungkin karena ikatan batin antara dia dan anaknya saat ini, dia juga bisa menebak jenis kelamin anaknya dan Ella.

My RapunzelCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang