Dalam Dialektiva
Yang semu adalah kita
aku nyata
kamu ada
dan gema di kedua palung jiwa kita benar-benar bersuara
berdentum
nyaring
mendesis
pelan
bergumam
lalu meringkih-
-hingga lesap tak bersisa
Tapi aku tahu
bahwa aku dan kamu ialah entitas
dari apa-apa yang tidak bisa disekat batas
atau disekap jarak
juga dirajam dendam
bahwa aku dan kamu terlalu nyata
sebelum berakhir tanpa sempat menjadi apa-apa
layu sebelum sempat mekar bersama
mati meski degup dan nadi berdetak sempurna
Yang semu adalah kita
aku sebatas aku
kamu sebatas kamu
renjana sebatas asa
rindu sebatas fana
Tapi dalam dialektiva
aku bertaruh akan selalu ada kita
—dari Bumi yang kehilangan pasaknya
Catacand:
Halo. Untuk pembaca baru, aku ingin memberitahu bahwa Dialektiva sudah selesai ditulis dan sebelumnya semua babnya sudah di-publish di Wattpad. Tapi karena satu dua hal, beberapa bab terakhir aku unpublish. Semoga bisa bertemu Dialektiva versi buku cetaknya ... ketika cerita ini sudah benar-benar siap.
Atau, siapa tau nanti ceritanya aku publish lagi di sini. Intinya, cerita ini sedang dijadikan versi yang lebih baik. Terima kasih. <3
KAMU SEDANG MEMBACA
Dialektiva
Fiksi UmumIni cerita tentang Tiva dan kejenuhannya terhadap tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampusnya--terutama di kelasnya. Tipe mahasiswa yang caper sama dosen, yang menggadaikan ungkapan agen of change sebagai alasan bolos kuliah, yang menyumpal telinganya...
