edited: ada puisinya naja.
Google Drive
Shared with me > Apresiasi Puisi Indonesia > Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia > 2017 > Kelas 3A
--------------------------------------------
Nama: Aquanetta De Lovina
NIM : 17224781
Kamu Cantik
Kamu cantik
Kamu juga menarik
Walaupun kamu suka berisik
dan orang-orang bilang kamu antik
karena gayamu yang nyentrik
Selama kamu baik dan tidak munafik
KAMU TETAP CANTIK! TITIK.
#ASIK
--------------------------------------------
Nama: Adiran Kiluan
NIM : 17011653
Rumah Singgah
Hujan di
bulan Oktober
meminta harap
pada atap:
"Aku ingin
membawa rinai
pada siapa
saja yang
dapat menjelma
rumah."
Atap tersenyum
Terdengar bunyi
genting berdenting
sebulir tetes
jatuh pada
sudut mata
perempuan yang
binar sendunya
tak kunjung
surut.
Atap membisikkan
pesannya kepada
hujan yang
menjelma serdadu
pilu, kepada
dinding yang
membungkus
sedu, kepada
selimut yang
memeluk ragu,
kepada perindu
yang tak
kunjung menemui
temu.
kepadaku,
kepada kau,
kepada kita:
perantau yang
hanya butuh
singgah, alih-alih
rumah.
--------------------------------------------
Nama: Sativa Airish Cantigi
NIM : 17948425
Merdeka
125eror
merdeka tidak ditemukan
--------------------------------------------
Nama: Reinvazkia Almeera
NIM : 17982557
AIR MATA BIDADARI
untuk perempuan yang sedang belajar tangguh
saat air mata pecah di sepasang matamu
yang bagiku adalah rumah
kugelar tilam cinta agar kau bisa merebah
menidurkan lelah
biar air matamu jatuh sampai melenguh, mengeluh
kemudian menjadikanmu tangguh
dengan utuh seluruh
aku akan menyediakan bahu
tempat gelisah, resah, dan pilu
dalam dadamu berlalu
aku akan menjelma hujan
yang tiap tetesnya menghapus segala kesendirian
juga menyelipkan pesan rindu dan cemburu
para bidadari surga yang diam-diam
sedih karena hatimu yang ringkih
lama-lama menguat sebab taat
dalam air matanya yang jatuh, ia berbisik lembut:
“Sungguh air mata perempuan yang mengalir dari
hati yang penuh rela, adalah kunci utama pintu
Surga ini terbuka.”
--------------------------------------------
Nama : Noushafarin Naja
NIM : 17887360
sebait puisi kepada diri sendiri
wahai, diri
kuhadiahkan engkau sejumput puisi
yang jika kau baca kala mega hampir menangis
kau tak akan ikut meringis
yang jika kau iramakan kala burung berkicau
kau tak akan ikut risau
yang jika kau resapi kala daun bergemerisik
kau tak akan ikut terusik
yang jika kau lirihkan kala dunia melawan
kau tak akan kesakitan
yang bahkan jika kau baca dalam diam
suaramu tak akan padam
wahai, diri
kuhadiahkan engkau selarik puisi
meski asamu disekap hingga mimpimu pengap
keberanianmu luntur hingga percaya dirimu babak belur
doamu tertahan hingga kau tak punya lagi sandaran
atau suaramu kalah terdengar karena ingar bingar
percayalah
bahwa telinga Tuhan masih berfungsi
Dia tidak tuli
suaramu sudah mendarat sempurna di muka rumah-Nya
sebelum mulutmu genap melisankan kata-kata
--------------------------------------------
Nama : Kirmizi Bayu Sawala
NIM : 17122690
Punai
Kamu adalah punai
yang sayapnya menggeletar rindu
yang nyanyiannya mendamaikan kalbu
yang ragam warnanya memberi arti baru
kelabumu mengubah hitam kelamku
birumu menentramkan merah amarahku
coklat tuamu mendampingi kuning pucatku
hitammu menguatkan putih lemahku
Kamu punai
yang terbang terlalu cepat
kemudian mendarat terlambat
Aku pantai
yang memandangimu lekat-lekat
--------------------------------------------
Google Drive
Shared with me > Apresiasi Puisi Indonesia > Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia > 2015 > Kelas 3A
Nama : Bumi Barameru
NIM : 15214790
SEKARAT
Di pangkal leherku
mata pisau dari istana meruncing sempurna
Sepasang mata membelak
nada-nada ancaman menyalak
Tinggal satu senti, lautan merah akan tumpah
dari laut di pita suaraku
Kau mau aku mati, segera -- tanpa meninggalkan apa-apa
Tapi tak kau sadari bahwa setiap kali aku mati
sajak perlawanan membangkitkanku sekali lagi -- terus menerus
Sudah sejak lama aku berkawan dengan degup yang tak benar-benar hidup serta nadi yang denyutnya sering berhenti
Tapi sekali lagi -- sajak perlawanan akan menjelma Tuhan
dan aku diselamatkan kemanusiaan
Meski hidup sekarat
Kepalan tangan demi suara-suara ketidakadilan
membuatku bernapas bebas
Jadi silakan penggal leherku
lalu siapkan mata pisau yang lebih runcing di lain waktu
catacand:
paling suka puisi syapa hayoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dialektiva
General FictionIni cerita tentang Tiva dan kejenuhannya terhadap tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampusnya--terutama di kelasnya. Tipe mahasiswa yang caper sama dosen, yang menggadaikan ungkapan agen of change sebagai alasan bolos kuliah, yang menyumpal telinganya...
