"Jika kau ingin melakukan sesuatu, aku akan menghancurkan nya." Harry berkata dingin dan tiba-tiba saja terdengar suara melengking tinggi dari belakang Lucius.
"Ia tahu cara bermain," Ternyata orang itu adalah Bellatrix yang sedang tertawa, "Bocah kecil Potter."
Steph yang masih di dalam jubah gaib Harry, dengan segera saja mengusap-usap air mata nya, dan ini adalah saat yang tepat untuk melaksanakan rencana nya.
Steph mendorong minggir Neville membuat Neville terkejut seperti ingin pingsan, namun untungnya dengan cepat Hermione berbisik, "Itu Steph, tidak usah lebay!" Neville hanya mengangguk ketakutan.
Steph berjalan pelan sekali sambil menenteng tas kulit nya dari dalam jubah gaib nya, Steph mendekati Bellatrix dan Lucius yang sedang memasang tatapan cemooh dingin kepada teman-teman nya.
"Bellatrix Lestrange." Neville bergumam dengan marah.
"Neville Longbottom, kan? Bagaimana ayah dan ibu?" Bellatrix tersenyum licik.
"Lebih baik karena dendam nya akan dibalas." Selagi Neville berkata, Steph memulai rencana nya dengan pelan-pelan sekali.
Dia membuka tas kulitnya dengan begitu pelan dari dalam jubah gaib, sampai-sampai Bellatrix dan Lucius sama sekali tidak menyadari bahwa ada pergerakan aneh di sekitar nya, setelah Steph membuka plastik hitam yang berisi ribuan kecoak hidup yang sudah di sihir untuk menganggu Pelahap Maut, dan ratusan ulat bulu yang jika terkena kulit akan terasa sangat gatal.
Steph menundukkan kepala nya dekat dengan sepatu Bellatrix, dan cepat saja Steph mempersilahkan ribuan kecoak dan ratusan ulat bulu berjalan tertib, masuk kedalam jubah Bellatrix.
Steph tersenyum puas sekali, membiarkan tas kulitnya yang sekarang berisi ribuan kecoak, ulat bulu, bahkan dia menambahkan delapan puluh laba-laba berukuran sedang juga di dekat Bellatrix.
Steph berjalan mengendap-endap kembali kepada rombongan teman-teman nya dengan wajah berseri-seri.
"Sekarang tolong semua nya tenang, bisa? Yang kami inginkan hanyalah Ramalan itu—"
"ASTAGA APA INI, LUCIUS!" Bellatrix menggaruk-garukkan kaki nya dan Bellatrix menendangkan kaki Lucius keras sekali sangkin gatal nya, seraya Bellatrix menginjak-injakkan ratusan kecoak di dekat nya.
Lucius dengan wajah muram nya melihat tingkah aneh Bellatrix hanya mengabaikan nya, karena memang benar bahwa Steph sama sekali hanya menyihir ribuan kecoak, dan ratusan ulat bulu untuk menganggu seluruh Pelahap Maut kecuali ayah kandung nya, Lucius.
"Mengapa Voldemort butuh aku untuk mendapatkan ini?" Harry berkata sambil menurunkan tongkat nya.
"Kau berani menyebut namanya? Kau Darah-Kotor—"
Kalimat Bellatrix berhenti karena Steph dari kejauhan melemparkan satu kecoak hidup pas sekali di mulut Bellatrix, "Tidak masalah jika kita menyebutnya si Voldy Moldy darah-campuran yang lebih kotor dan bau dari kotoran Hippogrif."
Steph sudah membuka jubah gaib nya dengan senyuman licik nya, kepada Bellatrix yang sudah mengambil kecoak itu dari wajah nya dan menginjak-injakkan nya.
Mata Steph dan mata Bellatrix saling bertemu, dua insan manusia yang kekejaman nya sama rata, bahkan Ron sudah berspekulasi dari lama bahwa peperangan akan segera dimulai jika dua manusia seperti mereka saling bertemu.
"BERANI NYA KAU MENGHINA PANGERAN KEGELAPAN—"
"Yeah aku memang berani, apa? Kau keberatan, hah?" Steph berkata dengan suara cemooh nya membuat Bellatrix melotot dan mengambil tongkat nya, namun segera saja Lucius menahan Bellatrix untuk tetap diam dan tidak melakukan perlawanan kepada Steph.
KAMU SEDANG MEMBACA
IDENTITY | d. malfoy
Fanfiction17+ Everyone knew, she's something... with Draco. But, you sure you want to judge them? You don't know their background. | BAHASA INDONESIA | *** 2021 © graceeen1 don't copy my story and be a smart reader.
