guys , jadi tu alasan kenapa gua bikin karakter villain nya Nadine, karena gue terinspirasi dari kisah nyata dari temen lama gua yg namanya nadine
jujur aja i wanna nampol and avada kedavra her...tapi takut dosa, yaudahlah ya, gua ngeluapin semua emosi gua sama Nadine dengan buat karakter dengan nama yang Nadine, dengan sifat setan yang sama seperti temen lama gua, kedalam cerita ini 😔✋🏻
tapi tenang aja, gua yakin ga semua org yg nama nya nadine kek gitu kok!!! tapi kebetulan aja setiap kali gua nemu orang yg nama nya nadine kek kek setan gitu loh, ngeselin anjir, but yaudahlah ya, gua ttp berusaha untuk sabar.ea
dah gitu aja sekian informasi dari gue🤣🙄✋🏻. kalian aja emosi sama karakter nadine di cerita identity, gimana kalo kalian ketemu rl nya?🤾🏻
jangan lupa di vote yaaa!!
***
Terpampang Skor sementara di perkelahian maut itu, Steph berhasil mendapatkan 50 poin, sementara Nadine berhasil mendapatkan 51 poin.
"AYO DONG, KEPONAKAN KU, MANA SIH SEMANGAT NYA—JANGAN MAU DI KALAHI OLEH SQUIB KOTOR!" Bellatrix berteriak keras sekali, bertepuk tangan, ber uhuuuu ria membela Steph mati-mati an agar memenangkan perkelahian maut itu.
Harry, Hermione, dan Ron yang masih ditahan oleh Pelahap Maut, tampaknya mengalami tekanan batin, berdiri hampir 1 jam untuk menonton perkelahian antara Steph dengan Nadine yang tak kunjung selesai.
Sementara di sisi lain Lucius mengalami tendangan lebih keras dari kaki Steph karena Nadine dan Steph merasa terganggu dengan adanya Lucius yang berusaha memisahkan mereka agar tidak bertengkar lagi.
Nadine menjambak rambut Steph keras sekali, dan mencakar wajah Steph, sehingga pipi Steph berdarah karena kuku Nadine yang panjang, sehingga membuat skor Nadine bertambah menjadi 52 poin.
Dengan emosi yang meluap-luap, Steph mencubit tangan Nadine sampai memar, yang membuat skor Steph menjadi 51 poin, dan Steph tidak menyia-nyia kan kesempatan nya, maka Steph menendang bokong Nadine menggunakan kaki nya sampai Nadine terpental ke ujung ruangan dengan badan yang memar-memar karena ulah Steph.
"OH ASTAGA! SERI!" Teriak Bellatrix dengan heboh, "SAMA-SAMA 52 POIN DENGAN KEKUATAN YANG SAMA!"
Memanfaatkan keadaan ini, Steph dan Nadine yang masih berjauhan karena menahan luka-luka di tangan dan kaki mereka, bekas memar karena cakaran dan cubitan, di sekujur tubuh mereka. Draco Malfoy berlari mendekati Steph dengan wajah cemas nya tanpa memperdulikan Nadine karena Draco tahu bahwa Steph lah saudara kandung nya.
Draco mengulurkan tangan kanan nya dengan lembut di bawah kepala Steph, dan tangan kiri nya di bawah kaki Steph, beranjak berdiri, berusaha keras untuk menggendong Steph yang sekujur tubuh nya memar dan membawa nya ke ke atas setelah meyakinkan bahwa Narcissa yang mengurusi Nadine.
Steph sangat berat sekali, tetapi setidaknya Draco masih bisa menggendong nya dengan baik. Draco tidak yakin apakah Steph benar-benar pingsan, tetapi setidaknya untuk sekali ini Draco senang sekali berlama-lama menggendong orang karena orang itu adalah Steph.
Draco tahu kalau Steph dan Nadine tidak ada beda nya. Mereka memiliki wajah, rambut pirang, berat dan postur badan yang sama, layaknya kembar identik.
Tetapi entah mengapa, meskipun Draco sudah mengenal Nadine, gadis yang sudah terang-terang an terobsesi dengan dirinya. Sejauh ini Steph masih tidak ada tandingan nya dibanding Nadine. Bahkan Steph jauh lebih menarik dimata Draco.
Susah sekali melepaskan pandangan nya untuk tidak berhenti tersenyum dari dekat dengan wajah Steph.
Harus Draco akui, kalau wangi tubuh Steph sangat manis dan kesan nya feminim. Kapan saja dia bisa mencium Steph sangkin gemas nya, tetapi dia tahu Steph akan sangat benci dengan hal itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
IDENTITY | d. malfoy
Fanfiction17+ Everyone knew, she's something... with Draco. But, you sure you want to judge them? You don't know their background. | BAHASA INDONESIA | *** 2021 © graceeen1 don't copy my story and be a smart reader.
