Steph membantu Draco untuk melepaskan kain yang sebagai penutup lemari pelenyap. Dengan segera mereka berdua berjalan mundur dengan hati-hati sambil mengamati pintu lemari yang terbuka dengan sendirinya menimbulkan suara bising yang aneh, dan asap hitam yang keluar dari lemari itu.
Tentu nya dengan segera Draco ingin berlari meninggalkan tempat itu namun segera Steph menahan tangan nya dan berkata, "Tunggu sebentar, jangan pergi dulu." Bisik Steph tetapi tampaknya dia bisa menilai kekhwatiran dan ketegangan yang ada di dalam diri Draco jauh lebih menguasai dirinya sekarang sehingga Steph mau tidak mau harus melepaskan genggaman tangan itu dan membiarkan Draco berlari pergi keluar dari ruang Kebutuhan.
Jantung Steph rasanya berdetak lebih cepat dari sebelum nya, antara perasaan bingung bercampur takut sambil memandang satu persatu death eaters yang sudah keluar dari lemari pelenyap, salah satu nya yang paling ia kenali adalah Bellatrix Lestrange, bibi nya yang sedang memegangi tongkat sihir nya dengan tersenyum licik.
"Ah, keponakan ku tersayang," Sapa Bellatrix dengan ramah ketika mereka saling pandang satu sama lain, tampaknya Steph tidak begitu senang dengan sambutan konyol itu.
"Bisa-bisa nya anak dari keluarga Malfoy seperti mu yang seharusnya adalah gadis yang terpandang, malah dibesarkan oleh anggota keluarga Darah-pengkhianat yang kotor dan miskin." Bellatrix tertawa hina yang membuat wajah Steph menjadi memerah padam.
"Setidaknya meskipun mereka hanya keluarga yang sederhana, mereka mau membesarkan ku dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Beda dengan keluarga kandung ku yang terang-terang an tidak sudi memiliki anak seperti ku dan memilih untuk membuang ku." Ketus Steph dengan lancang, kentara sudah bersiap siaga untuk bertarung dengan bibi nya sendiri.
Bellatrix tampak muram sekali mendengar perkataan itu, dan suasana tampak agak canggung.
"Kalian harus memasang tanda Kegelapan di langit," Steph berkata dengan tampang tidak bersahabat, "Dumbledore sedang tidak ada di Hogwarts. Kalian tak perlu tahu dari mana aku mendapatkan informasi nya, tapi yang pasti kalian harus pasang tanda Kegelapan agar dia bergegas pulang."
Sebetulnya Steph tahu informasi itu dari Profesor McGonagall. Sore hari tadi, dia bertanya dimana keberadaan Dumbledore, Steph berbohong kepada McGonagall dengan mengatakan kalau dia memang ada keperluan mendesak dan sangat penting yang harus dia kasih tau kepada Dumbledore. Akhirnya McGonagall percaya dan berkata kalau Dumbledore sedang minum di Three Broomstick, yang itu berarti Steph memutar otak nya bagaimana Dumbledore bisa bergegas pulang dan di saat yang tepat Draco langsung membunuh nya dengan cara memasang tanda Kegelapan di langit.
Yeah, itu tidak ada bedanya bahwa satu fakta Steph sudah mengkhianati Profesor McGonagall (bukan hanya dia, bahkan semua teman-teman di dekat nya, termasuk dia sama saja menginginkan Dumbledore mati di tangan Draco) dan terlihat jelas bahwa kali ini dia mendukung penuh para death eaters untuk melakukan tugas nya yaitu membuat tanda Kegelapan di langit.
"Wah," Bellatrix tersenyum sumringah sekali, sambil meneliti wajah dingin Steph, "Aku bahkan tidak mampu memikirkan bagaimana kau bisa sepintar itu, (Y/N)."
"Sebaiknya kalian segera pergi dari ruang Kebutuhan dan membuat tanda Kegelapan itu sebesar mungkin, agar Dumbledore bisa melihatnya." Steph berkata dengan tegas, dan segera saja dia lebih dulu keluar dari ruang Kebutuhan.
Tampaknya dia tidak tahu harus kemana lagi sekarang, jika dia kembali ke asrama nya, itu bukan tindakan yang baik karena tujuan dia adalah untuk mengikuti kemana Draco, dan sekarang dia sudah kehilangan jejak nya karena Draco sudah keluar dari ruang Kebutuhan lebih dulu dari nya yang membuat dirinya pusing sekali mau kemana sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
IDENTITY | d. malfoy
Fanfiction17+ Everyone knew, she's something... with Draco. But, you sure you want to judge them? You don't know their background. | BAHASA INDONESIA | *** 2021 © graceeen1 don't copy my story and be a smart reader.
