"AYO PERGI!" Desak Steph menarik tangan Hermione kuat-kuat.
"Tenanglah, Steph, kita baru saja memesan minuman disini, duduk saja disitu oke—sambil memikirkan bagaimana cara kita pergi dari sini."Hermione berkata sambil menunjuk kearah ujung meja yang membuat Steph mengangguk dingin dan cepat-cepat meninggalkan gadis Muggle yang tidak dikenali nya dan duduk di meja yang jauh dari nya.
"Ini sungguh aneh," Kata Ron ketika mereka sudah duduk dengan nyaman dan datanglah pelayan perempuan yang membawa nampan, berisi 3 kopi cappucino dan 1 kopi espresso untuk Steph, "Kalian tidak berpikir bahwa mungkin saja gadis aneh yang mirip dengan Steph adalah saudara kandung nya—"
"Jangan tolol deh, Ron," Bentak Hermione menatap tajam kepada Ron setelah dia sudah meneguk cappucino nya, "Bisa saja gadis itu cuma mirip doang dengan Steph. Apakah pernah dengar kalau sebenarnya kita memiliki kembaran tetapi tidak sedarah dengan kita, minimal 7 kembaran."
"Tidak, aku tidak tahu. Apakah itu legenda Muggle?" Ron berkata dengan agak keheranan, "Sejenis mitos Muggle ya? Bagaimana kau bisa memercayai itu, Hermione?"
"Bukan mitos!" Gertak Hermione dengan marah, "Tapi itu fakta! Sudah pernah dibuktikan kebenaran nya di kalangan Muggle meskipun aku tidak pernah tahu siapa kembaran ku yang tidak sedarah."
"Halah, omong kosong itu mah," Ron berkata dengan nada meremehkan, "Kau percaya itu karena dari buku. Sudahlah Hermione, aku tidak mau mendengar segala omong kosong itu. Btw, apa ini?"
"Cappucino," Kata Hermione dengan malas.
"Rasanya aneh sekali, tidak enak!" Ron berkata dengan jengkel, nyaris kelihatan nya dia ingin memuntahkan minuman nya, padahal tampak dilihat Steph, Hermione maupun Harry yang sedang meminum Cappucino nya saja tidak ada masalah, dan bahkan menghabiskan minuman nya.
"Bagaimana dengan orang-orang di pernikahan?" Tanya Steph yang buru-buru mengganti topik nya, dan menghindari menatap gadis Muggle yang tidak dikenali nya.
"Menurut mu apakah kita harus kembali?" Tanya Harry yang membuat Steph memandang nya dengan gregetan.
Steph menarik nafas nya pelan-pelan dan berkata, "Harry, mereka semua mencari mu! Jika kita kembali kita akan membahayakan semua nya."
"Steph benar," Kata Ron dengan setuju.
"Jadi kita harus kemana sekarang? Kalian tahu Voldemort sudah mengambil alih kementrian, tak ada satupun tempat yang aman." Hermione memasang wajah cemas sekali yang dibalas anggukan setuju oleh Steph.
"Semua orang di pernikahan harus bersembunyi ke bawah tanah—"
"Ransel ku dan semua barang-barangku tertinggal di The Burrow," Harry berkata tak sengaja menyentuh tangan Steph yang membuat Steph dengan segera menepis tangan Harry karena dia masih kesal dengan nya.
"Aku dan Hermione sudah mempersiapkan barang-barang penting seharian ini, kau tidak usah khawatir." Steph berkata dengan suara jutek, menatap tajam Harry dan memberi isyarat jika dia berani menyentuh tangan Steph lagi, akan segera dibunuh hidup-hidup oleh Steph.
"MERUNDUK!" Kata Harry keras-keras dan segera saja Steph menundukkan kepala nya dan terpental jatuh karena mantra kutukan itu nyaris mengenai rambut nya.
Steph berlindung dari belakang bangku-bangku, sementara dia mengawasi Pelahap Maut yang nyaris meluncurkan mantra kutukan kepada Ron dan segera dia memekik, "STUPEFY!" sehingga serangan nya berhasil tepat kepada kepala Pelahap Maut yang satu nya lagi, sementara Pelahap Maut yang lain nya sudah terkapar.
KAMU SEDANG MEMBACA
IDENTITY | d. malfoy
Fanfiction17+ Everyone knew, she's something... with Draco. But, you sure you want to judge them? You don't know their background. | BAHASA INDONESIA | *** 2021 © graceeen1 don't copy my story and be a smart reader.
