Steph duduk diatas tempat tidur Harry yang berada di kamar laki-laki, sesaat dia merasa tidak ada yang ganjil, namun ketika dia memandang kearah tempat tidur itu, dia melihat permen cokelat diatas kasur, lebih dari sepuluh biji permen hadiah Natal nya Harry, semua nya terpampang foto Romilda Vane yang bergerak-gerak di bungkus cokelat itu, Romilda mengedipkan mata nya tersenyum genit kepada Harry, yang membuat Steph ingin muntah.
"Kau memakan nya." Tukas Steph dingin sambil memasang tatapan mematikan nya kepada Harry, tak lupa Steph menendang semua permen itu menggunakan kaki nya dengan begitu santai, karena Steph tahu, Romilda pastinya sudah menaruh Ramuan Cinta di permen cokelat itu.
"Tidak, tentu tidak, Steph..." Harry berkata dengan sangat yakin, "Kau sendiri yang bilang kepada ku, jangan menggunakan barang atau memakan makanan pemberian dari cewek lain kecuali kau."
Steph yang tadinya menatap tajam dan ingin sekali mengintrogasi Harry lebih lanjut, menjadi tersenyum berseri-seri dan berkata, "Bagus kalau kau masih ingat!"
Tak lama setelah itu, Ron berjalan mendekati Steph yang sedang melemparkan setengah tubuh nya diatas tempat tidur milik Harry (yang sebetulnya seisi kamar laki-laki termasuk Dean, Seamus dan Neville yang sudah tahu dan hafal kalau Steph kadang-kadang berkunjung ke kamar laki-laki untuk sekedar bertemu dengan Harry, itu kalau Steph tidak punya kerjaan dan gabut, tetapi tenang saja, karena jika Steph ingin tidur, pastinya dia kembali ke kamar perempuan).
"Harry—Steph, sepertinya aku sedang jatuh cinta," Ron mengambil bantal berbentuk hati itu, duduk di tepat di sebelah Steph sambil memasang wajah berseri-seri, "Romilda. Romilda Vane.."
"Kau gila!" Seru Steph dengan geli, "Yang benar saja kau naksir dengan Romilda Van—" Ucapan Steph terhenti tiba-tiba, membulatkan matanya terkejut dan segera saja mengambil satu bungkus permen cokelat yang ada diatas lantai dan terpekik pelan.
Steph dan Harry saling pandang kebingungan, dan segera saja Harry berkata, "Pernahkah kau berbicara dengan nya?"
"Tidak, bisakah kalian perkenalkan aku padanya?" Ron tersenyum seperti orang aneh, berjalan pelan melewati Steph yang sekarang sudah berdiri, Ron duduk sambil memandang langit diluar jendela.
Selagi Ron terdiam, dengan segera Steph mendekati Harry sambil membawa bungkus permen cokelat itu yang ternyata ada tulisan nya juga, "Dugaan ku benar, Harry, si Romilda memang sangat terobsesi dengan mu. Kau urus saja si Ron, aku akan menemui Romilda—"
"Menemui nya? Untuk apa, Steph?" Harry menyela perkataan Steph dengan begitu ketakutan sekali, Harry menduga bahwa pacar nya sudah bersiap-siap untuk menghabisi nyawa Romilda sekarang, "Steph—kau tahu kalau pada akhirnya aku tidak memakan permen itu. Yang memakan nya hanyalah Ron, apa yang harus di permasalahin, Steph..."
"TENTU SAJA ITU MASALAH!" Teriak Steph dengan suara keras sekali, untung nya Ron pura-pura tidak mendengarnya dengan terus mengamati langit, "Harry, dengarkan aku! Ramuan Cinta sangat tidak diperbolehkan di Hogwarts, dan sangat bahaya kau pasti tahu itu karena Slughron sudah pernah menjelaskan nya.
"Aku tahu kalau kau tidak memakan permen itu, tapi dia membahayakan Ron! Bagaimana jika ada orang yang memakan permen itu lagi? Kurasa aku harus menemui Romilda sekarang."
"Steph, tolong, jangan begitu—"
"DIAM!" Teriak Steph, memandang tajam Harry yang sudah tak berdaya, "Kau tidak perlu berdebat dengan ku karena aku sudah yakin dengan keputusan, dan jika kau masih berani menantang ku, aku akan—"
"Oke baiklah, maaf," Harry berkata dengan pasrah, dia sudah tahu tak ada gunanya melawan Steph, sudah pasti Harry yang harus mengalah, "Aku akan mengurusi Ron, kau temui saja si Romilda."
KAMU SEDANG MEMBACA
IDENTITY | d. malfoy
Fanfic17+ Everyone knew, she's something... with Draco. But, you sure you want to judge them? You don't know their background. | BAHASA INDONESIA | *** 2021 © graceeen1 don't copy my story and be a smart reader.
