abang dreko mau sama bekasan suheri 😭🖖🏻
btw dreko gak sampe making love sm nadine kok, cuma pernah kiss2 doang sm tiduran bareng doang, jangan nething yh🥲
selamat membaca!!!
***
Terik cahaya matahari pagi pukul 8 menusuk penglihatan nya, lewat dari jendela yang setengah terbuka. Steph baru menyadari apa yang dia lakukan dengan Draco sore kemarin. Perut nya benar-benar kosong dan dia kelaparan. Steph ingat betul bahwa dia dengan Draco tidak ikut makan malam karena ketiduran.
Steph bersusah payah meminggirkan kedua tangan Draco yang melingkar di perut Steph. Dia beranjak berdiri dari tempat tidur nya dan bergegas mengambil handuk dari lemari nya untuk mandi pagi, tanpa memperdulikan Draco yang masih tertidur diatas tempat tidur nya.
Selagi air mengalir deras mengenai rambut pirang nya, melalui shower kamar mandi nya, Steph berpikir keras mengapa dia belum melihat Nadine dari kemarin sore. Bahkan dia merasakan bahwa Nadine tidak tidur di kamar nya, padahal kan kamar Steph sudah dibagi untuk nya juga, bahkan Nadine memiliki tempat tidur sendiri karena ruang kamar Steph sangat amat luas.
Ketika selesai mandi, dia cepat-cepat mengganti baju nya di kamar ketika dia sudah memastikan bahwa Draco masih tertidur pulas.
Steph memakai baju kaos nya yang berwarna hitam, dengan celana panjang nya, dia mengeringkan rambut nya yang masih basah dan menyisirkan nya. Ketika dia sudah rapi, dia segera saja berjalan kebawah menuju dapur untuk mengambil sarapan nya dan setelah itu segera kembali ke kamar dan makan di kamar.
"Pagi, Mum," Sapa Steph mengambil piring yang sudah berisi telur setengah matang, sosis, kacang merah yang dimasak bersama saus dan bawang, tomat goreng, jamur goreng, dan tak lupa dia meraih mangkuk kecil yang berisi sup wortel.
"Pagi, nak," Narcissa berkata dengan suara parau, tersenyum cerah seperti biasa kepada Steph, "Mengapa kemarin kau dan Draco tidak ikut makan malam, Sayang?"
Sekujur tubuh Steph membeku, namun cepat-cepat dia terkekeh pelan sambil tersenyum, "Er, sudah tidur sebenarnya. Kalau Draco...er, aku tak tahu." Bohong Steph dengan wajah salah tingkah.
"Kamar mu di kunci ketika sudah tidur rupanya?" Narcissa mengangguk mengerti, "Tetapi Draco tidak berada di kamar nya. Apakah kau tahu itu?"
"Oh! Yeah, um, aku tidak tahu," Steph berkata dengan suara cemas, "Nah, aku sudah lapar sekali, aku makan di kamar, oke?"
Narcissa mengangguk singkat, mengawasi kepergian Steph yang kesan nya seperti buru-buru sekali sambil membawa nampan yang berisi piring, sendok, garpu dan mangkuk sup, dan jus labu nya dengan hati-hati.
Selama perjalanan menaikki tangga meninggalkan dapur, Steph rasanya lega sekali karena dapat meghindari percakapan itu dengan ibu angkat nya. Steph sangat takut sekali melihat reaksi Narcissa ataupun Lucius yang mengetahui bahwa anak nya saling mencintai satu sama lain.
Ketika sudah sampai di depan pintu kamar nya, segera saja Steph membuka pintu dengan pelan, sambil membawa nampan nya untuk masuk kedalam kamar nya.
Nyaris saja Steph membanting nampan nya, ketika melihat Draco dengan handuk dibagian bawah tubuh nya, dada dan perut nya masih basah karena sehabis mandi. Untung lah Steph tidak benar-benar membanting nampan yang berisi makanan nya yang masih panas, melainkan dia berusaha menarik nafas nya kasar untuk memaklumi nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
IDENTITY | d. malfoy
Fanfiction17+ Everyone knew, she's something... with Draco. But, you sure you want to judge them? You don't know their background. | BAHASA INDONESIA | *** 2021 © graceeen1 don't copy my story and be a smart reader.
