Chapter 38 : Annoying

1.4K 247 186
                                        

yg nge ship draco sm nadine ada masalah hidup apa bund? sini cerita jgn malu-malu, atau lgsung aja dibawa ke psikolog biar aman🥰🤞🏻

***

Jantung Draco berdetak sangat cepat sekali. Sejujur tubuh nya masih membeku dan keringat dingin, menatap wajah Nadine yang masih menggoda nya, "Maaf, (y/n), kurasa aku tidak bisa. Aku tidak mau memakai Sumpah-Tak-Terlanggar." Kata Draco dengan terpaksa.

"Ouhhh," Nadine masih tersenyum berseri-seri, menyentuh wajah Draco dengan leluasa sambil berkata, "Jadi kau berhenti mencintai ku, begitu?" Kata Nadine dengan wajah cemberut sok manis.

Jujur saja bahwa sebenarnya Draco tidak bisa menahan perasaan nya. Pastinya Draco berbohong kalau dia tidak mencintai Steph. Namun dia tidak bisa meng iya kan yang dikatakan Nadine, karena dia ingat bahwa Steph yang asli, tidak akan menyukai hal semacam itu, dan lagi pula Steph yang asli masih normal.

Draco menahan nafas sangkin gugup nya berada di dekat Nadine yang sepertinya terlihat tidak wajar bagi sebatas kakak dan adik kandung, "Er, aku tidak tahu—"

"Oh ayolah, Sayang," Goda Nadine, menaruh dua tangan nya di bahu Draco, Nadine menempelkan tubuh nya sehingga dada Nadine menyentuh kearah dada Draco, "Ayah dan ibu kita tidak akan mengetahui hal ini."

"Dan sejak kapan kau memanggil orangtua kita dengan ayah-ibu? Bukankah kau sering memanggil nya dengan sebutan Mum-Dad?" Tanya Draco yang berusaha mengalihkan pembicaraan, dan mendorong pelan tubuh Nadine karena Draco tahu persis bahwa Nadine menginginkan hal dewasa yang tidak sewajarnya.

"Sejak saat ini," Kata Nadine yang tak kenal lelah untuk menggoda dan membujuk Draco dengan sangat amat lembut dengan sentuhan tangan nya, "Kita sama-sama mencintai kan? Mengapa kau harus berpura-pura?"

"Kau sendiri yang mengatakan kepada ku bahwa hubungan kita sebatas saudara kembar kandung. Kau lupa dengan perjanjian itu?" Gertak Draco dengan berang. Tampaknya Draco sudah bisa menahan nafsu nya sekarang.

"Tentu nya aku tidak lupa, sama sekali tidak lupa," Desis Nadine, tersenyum sinis dan melanjutkan kata-kata nya, "Tapi yang nama nya ingkar perjanjian itu adalah hal normal karena aku berubah pikiran untuk mencintai mu."

"Sejak kapan kau menjadi gadis nakal dan tukang penggoda?" Draco meninggikan suara nya, memasang wajah dingin kepada Nadine, "Aku mengenal mu, (y/n) Malfoy. Kau adalah orang yang tidak pernah mengingkar janji. Menggoda cowok...bersikap layaknya cewek murahan seperti itu adalah bukan diri mu."

"Memang betul tidak pernah menggoda dan bersikap layak nya cewek murah kepada cowok lain, Draco..." Nadine berkata dengan suara seperti bisikan, jari-jari tangan menyentuh leher Draco dengan lembut, "Tapi kali ini memang nya tidak boleh jika aku menggoda saudara kembar ku sendiri? Hey, kau bukan orang lain di dalam kehidupan ku, Sayang...."

Draco diam saja dan tidak mengatakan sepatah kata apapun, melainkan Draco masih berdiri di depan tubuh Nadine, berusaha mengalihkan perhatian nya dengan menatap kearah jendela, rasanya seperti tidak ada mood lagi jika menatap wajah Nadine.

Nadine tersenyum ketika memandang ekspresi tidak senang dari Draco.

Nadine menarik tubuh Draco dengan kasar, menempelkan bibir nya secara paksa kepada bibir Draco. Melumatkan bibir nya dan memainkan lidah nya saat dia mencium Draco, sehingga terlihat bahwa ciuman itu sangat ekstrim.

Jari-jari tangan nya perlahan berkeliaran ke arah celana jeans Draco, berusaha membuka nya tetapi tidak bisa, pada akhirnya jari-jari nya menerobos masuk kedalam baju Draco, dan sekarang Nadine bisa menyentuh perut six-pack Draco dengan leluasa seraya Nadine terus melumatkan bibir nya kepada bibir Draco secara paksa dan lebih ekstrim dari sebelum nya.

IDENTITY | d. malfoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang