Keesokan hari nya, Steph mendapatkan kiriman bungkus kotak dari orang yang tidak dikenali nya. Tetapi Steph yakin betul kalau burung hantu yang mengantarkan paket kepada nya adalah Errol, burung hantu milik keluarga Weasley.
Steph senang sekali, berpikir bahwa pastinya isi paket itu adalah rajutan sweater dari Molly Weasley untuk membalas surat ucapan terimakasih nya kepada keluarga Weasley.
Cepat-cepat dia membuka kotak bungkusan itu dengan begitu bersemangat sekali. Tetapi tiba-tiba semangat nya merosot ketika dia menarik secarik perkamen dengan tulisan besar-besar.
Cewek idiot dan murahan. Bunuh diri sana! Kau tak pantas mendapatkan kebahagiaan. Lihat saja nanti, aku tak akan membiarkan mu sedikit pun untuk bahagia, aku akan membuat mu sangat menderita sampai kau tidak sanggup lagi.
Steph menatap surat perkamen itu dengan keheranan bercampur takut.
Dia mengambil kotak box berwarna hitam dengan hati-hati sekali, membuka nya dia melihat seekor ulat dengan tubuh nya yang ditumbuhi duri yang tajam dan keras.
Tak sengaja Steph menyentuh ulat bulu itu sehingga Steph terkena sengatan duri dan ulat itu tak henti-henti nya menyuntikan racun ke kulit tangan Steph.
Steph menjerit kesakitan sambil menangis keras-keras. Pintu terbuka lebar, memerlihatkan Draco yang datang dengan wajah panik bercampur bingung nya, "Ada apa—OH ASTAGA!" Draco berlari mendekati Steph dengan mata yang memerah berair sangkin sakit nya sambil memegangi tangan kanan nya yang mulai bengkak dan merah-merah.
Draco menutup kotak box itu dengan hati-hati yang berisikan de daunan dan ulat yang beracun, "Bagaimana bisa? Kita harus ke Rumah Sakit—"
"Tidak-tidak usah," Steph berkata dengan mata nya yang semakin berair memerah menahan rasa sakit nya, "Aku tidak tahu, aku baru saja mendapatkan paket dari orang yang tidak kukenal. Tapi burung hantu nya itu....ku yakin kalau itu adalah burung hantu keluarga Weasley."
"Weasley?" Draco menatap Steph dengan heran, kebencian Draco terhadap keluarga Weasley tampaknya semakin meluap-luap sekarang, "Keluarga miskin dan kotor itu banyak sekali tingkah nya."
Draco menutupi seluruh area telapak tangan dan jari-jari tangan kanan Steph dengan menempelkan banyak sekali selotip sebagai pertolongan pertama agar bulu dan racun dari ulat itu terangkat, sementara juga Draco membantu memapah tubuh Steph untuk turun tangga menemui orangtua nya.
"Astaga, ada apa ini?" Narcissa beranjak dari tempat duduk sofa nya yang berada di ruang tamu menyalakan api di dalam perapian lebih banyak lagi agar udara lebih hangat, mendekati Steph dengan tangan kanan nya yang dilapisi selotip.
"Si keluarga darah pengkhianat miskin kotor itu membuat tangan Steph seperti ini," Draco melepaskan selotip itu dengan hati-hati memerlihatkan telapak tangan Steph yang memerah bengkak, sengatan itu mulai menyebar ke seluruh tangan kanan Steph.
"Kita harus membawa nya ke dokter sekarang," Narcissa berkata dengan nada tegas, "Lucius!" Panggil Narcissa dengan suara keras sekali, "Oh sudahlah kalau dia tidak mendengarkan ku." Dia berkata dengan sebal ketika sudah memanggil suami nya berulang kali di kondisi gawat darurat seperti ini malah tidak muncul.
"Tidak, kubilang tidak usah," Steph berkata dengan bibir kering nya yang gemeter hebat, Steph meneteskan air mata nya sangkin sakit nya sengatan ulat itu, "Cukup kompres dengan menggunakan es. Aku pernah diberitahu teman ku jika mengalami sengatan ulat."
"Kau yakin?"
"Cepat Draco, tolong ambil kan kompres nya dan es batu," Narcissa berkata dengan nada tegas, segera saja Draco mengangguk dan berlari cepat sekali menuruni tangga lagi sehingga dia sudah menghilang ketika Steph duduk diatas sofa sambil mengamati telapak tangan kanan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
IDENTITY | d. malfoy
Fanfiction17+ Everyone knew, she's something... with Draco. But, you sure you want to judge them? You don't know their background. | BAHASA INDONESIA | *** 2021 © graceeen1 don't copy my story and be a smart reader.
