21

2K 103 1
                                    

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu . Tapi disinilah Reina dkk ditahan . Diwarung mak eem . Dengan sengaja tadi saat akan keluar melalui gerbang Aren dkk datang dan langsung menggiring mereka ke warung . Entahlah ada masalah apa . Padahal niat awalnya keempat gadis ini akan pergi menghabiskan waktu mereka bersamaan .

" Biarin gue pulang bisa gak sih ? " Kesal Reina yang mulai jengah dalam warung .

Pasalnya dari sejak mereka digiring kesini tak ada seorang pun yang bersuara mengenai apa penyebabnya . Mereka bahkan hanya bercanda ria seolah tak ada Reina dkk disini .

" Bu boss kayanya mulai bete tuh boss " celetuk Pandu . Reina yang sudah tak tahan bangkit dari duduknya dan berlalu pergi .

Namun sial , gerakannya sangat mudah Aren kenali . Jadi dengan sekali gerakan Aren dapat mengunci pergerakannya .

" Eits sabar dong cantik . Tahan bentar yah " ucapnya di manis maniskan .

Plak !

Karena tak dapat menahan kekesalannya Reina melepas sepatunya dan melemparnya tepat mengenai kepala Aren . Hal itupun sontak membuat semua yang ada di warung Mak mengeluarkan gelak tawanya .

" Minggir ! " Sentak Reina . Kini sudah ada ketiga sahabatnya yang berdiri memasang wajah kesal dibelakang badan Reina .

" Bentar dulu . Nanti gue anterin deh baliknya "

" Gue ngajak kalian kesini mau ngajak jalan . Lebih tepatnya sunmori sih "

" Gimana sebelumnya kalian setuju gak ?? "

Reina dkk kompak mengubah ekspresinya menjadi berbinar . Kebetulan sekali !! Keempatnya sudah lama tidak jalan jalan menggunakan motor . Apalagi sunmori , keempat remaja gadis ini mana pernah ikutan begitu . Kecuali Reina , karena Reina adalah tipikal cewek yang suka motor . Mungkin dapat dipastikan jika Reina pernah mengikuti sunmori .

" Boleh " kompak Reina , Suci dan Maria sedangkan si kalem Intan hanya menganggukan bahunya acuh .

Bagi Intan jika sahabatnya setuju maka dia akan setuju . Begitulah prinsipnya , jika ditanya Intan hanya akan menjawab ' ikutin aja daripada ribet ' .

" Eh tapi gue gak punya motor " sahut Maria .

" Terus mau gimana sunmorinya ? " Tambahnya lagi .

" Nah iya tuh bener . Diantara kita paling yang punya motor cuma Reina " tambah Suci .

" Motor matic kalian kemana ? " Tanya Intan malas . Intan sudah mengetahui jika itu semua hanya akal akalan duo nakal meresahkan itu . Tak mungkin kan jika para orang kaya tak punya motor sama sekali .

" Y - y ya yaitu beda konsepnya anjirr " ucap Maria sedikit kelabakan .

" Udah kalian cewek cewek tenang aja , kita tumpangin kok " ucap Aren .

" Eh gak gak . Gue pake motor sendiri " bantah Reina .

" Gak ! Lo sama gue ! "

" Ga b--- "

" Gak ada penolakan ! "

" Huhf "

Reina hanya bisa mendengus pasrah . Sudahlah tak ada gunanya debat dengan manusia campuran batu seperti Aren .

" Gue bareng Intan " sahut Kinzi membuat semua anggota melongo tak percaya terutama Intan .

" Akhirnyaaa ,,, doa gue biar Kinzi suka cewek terkabul juga " sorak Pandu dengan heboh .

" Sinting ! " Cibir Kinzi .

" Gue bareng Suci " timpal Gibran . Semua sudah tak heran lagi sekarang . Sejak insiden dimana Aren menunjukan sebuah foto yang berisikan Gibran merangkul Suci disaat itu pula mereka menyimpulkan jika keduanya sedang dekat .

" Lah gue bareng siapa ? Gak ada yang mau sama gue ? " Sarkas Maria mengenaskan .

" Mampus ! Makanya kalau ngomong jangan kek toa gak ada yang mau kan sama lo !! " Ledek Riko .

" Ck ! Gak ngaca masnya . Emang ada yang mau sama situ ?? " Balas Maria dengan menggebu .

" Heh yang mau sama gue tuh banyak yah . Cuma gue pusing aja harus milih yang mana "

" Dih halu nya lancar ya bund "

" Dih hili nyi lincir yi bind "

" Udah ! Kalian bareng aja " usul Aren sekaligus melerai adu mulut antara keduanya .

" Apa ?! " Kaget keduanya bersamaan .

" Kalian barengan . Kalau gak mau gak usah ikut " putus Aren tak bisa diganggu gugat .

" Kenapa harus sama gue ? Pandu juga masih sendiri kan ? " Tanya Riko berusaha menolak .

" Eitss gue gak sendiri ya besok . Gue bareng Athea " sahut Pandu dengan tampang songongnya . Kali kali bolehlah Pandu menindas temannya . Perasaan dia mulu yang ditindas .

" Halah gaya lo Athea paling mentok juga lo cuma sama si Siti " ucap Riko meremehkan . Mana bisa Riko percaya jika tak ada buktinya .

" Yaudah liat aja besok gue kesini bareng Athea "

" Sakarepmu !! "

" Yaudah udahkan cuma ini doang ? Sekarang gue mau balik ! " Ucap Reina berlalu pergi diikuti ketiga sahabatnya yang berjalan acuh dibelakang .

Namun belum sempat Reina keluar dia kembali berbalik membuat ketiga temannya secara mendadak refleks memberhentikan langkahnya .

" Aren ! Anterin " ucap Reina tak santai .

Aren yang masih diposisi awalnya hanya mengangguk sebagai respon dan menyampirkan tas sekolahnya pada bahu sebelah kanan .

" Gue duluan " pamitnya .

" Buat kalian kalau mau minta anter . Minta aja sama mereka " ucap Aren dari atas motornya menunjuk ketiga sahabat Reina dan selanjutkan menunjuk kearah empat sahabatnya .

Tin ! Tin !

Sebagai tanda pamitannya Aren memencet klakson motornya 2 kali . Lalu tangannya ia angkat sebelah .

Motor CBR 250 rr atau yang lebih akrab disapa kaum hawa sebagai motor ninja ini pun berjalan cepat membelah jalanan kota Bandung yang sedikit lenggang .

Selama perjalanan Reina hanya diam . Tangannya terulur dengan sendiri untuk melingkari pinggang sixpack Aren . Hal ini bukan hal baru untuk keduanya . Ini adalah hal yang sudah sering keduanya rasakan .

Tak ada bau lain yang dapat Reina cium selain bau maskulin Aren yang tercium pekat dari seragam yang saat ini masih dikenakan pemuda itu .

" REINA " teriak Aren . Maklum saja jalanan memang ricuh dihiasi berbagai macam perpaduan suara knalpot mesin bermotor . Termasuk suara knalpot Aren yang bisa dibilang cukup bising .

" APA ? "

" GAPAPA KAN GUE AJAK LO KELILING BANDUNG SEBENTAR ? "

" TERSERAH "

Aren kemudian tersenyum lebar dibalik helm full facenya . Dengan sepenuh tenaga Aren menarik pedal gasnya dan kuda besi inipun melaju dengan kecepatan yang bertambah kencang .

Puas kedua remaja itu berkeliling . Keduanya memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah taman yang ada di kawasan dago .

Reina tak akan khawatir jika nanti mama , papa atau abangnya mencari . Karena sebelum pulang Reina sudah memberi tahu mereka jika hari ini dirinya akan pulang sedikit terlambat .

" Rei " panggil Aren lirih .

" Hm "

" Tamannya cantik ya "

" Iya , sejuk lagi "

" Tapi tetep masih cantikan lo "



Reina ( END )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang