11

2.9K 124 1
                                    

Koridor kelas 12 tampak lebih ramai . Banyak siswa siswi yang sibuk merapihkan atribut . Ada juga yang sekedar duduk di kursi luar kelasnya .

Karena hari ini hari senin Reina datang lebih awal . Tentu saja agar tidak terkena hukuman dari guru faforitnya . Siapa lagi jika bukan Pak Bejo . Pak Bejo adalah guru BK di SMA Nebula . Pak Bejo banyak di kenal dengan sifatnya yang tegas , suka memberi hukuman dan harus disiplin . Bahkan jika dia sedang berjaga di gerbang dan ada siswa yang telat 1 detik saja maka sudah dipastikan akan diberi hukuman .

Kelasnya ternyata sudah ramai . Ketiga sahabatnya juga sudah ada disana . Reina berjalan menuju kursinya lalu mulai bergabung dengan obrolan ketiga sahabatnya .

" Kalian tau gak ? " Tanya Maria .

" Gak lah orang lo gak ngasih tau " sewot Suci .

" Ogeb emang " timpal Reina .

" Ehhh belum selesai gue . Kalian tau kan geng cabe sekolah ? " Ucap Maria menggebu . Sepertinya sebentar lagi akan terjadi perghibahan antar keempat gadis ini .

" Maya dkk maksud lo ? " Tanya Reina memastikan .

Maya , gadis remaja yang cantik namun sayang kecantikannya tidak alami melainkan buatan . Attitude nya pun buatan . Karena Maya yang notabenya adalah the famous gril itu dikenal sebagai anak baik di mata guru dan ratu ular di mata siswa .

Bukan tanpa alasan mereka menyebutnya ratu ular . Maya dengan Ain dan juga Hilmi sahabatnya banyak dikenal siswa / siswi karena kelakuannya yang semena mena . Bahkan ketiga gadis itu sering sekali terlihat membully anak anak tak berdaya . Sasaran mereka itu para nerd .

" Iya " jawab Maria .

" Masa katanya si Maya udah jebol " tambahnya heboh .

" Hush " peringat Intan .

" Jangan ngomong sembarangan lo . Kalau hoax gimana " tambahnya .

" Iya Mar , jangan asal ceplos kalau ngomong . Lagian mau Maya masih perawan atau udah jebol pun bukan urusan kita " ucap Reina .

" Ya tapi kan maksud gue bu --- "

" Heh berani lo ngelawan " sarkas Suci dengan tangan kanan yang ia gunakan untuk menoyor pelan kepala Maria .

" Dih apaan lo ?! " Sewot Maria .

" Berani lo sama gue ?? " Tantang Suci tak kalah sewot .

Begini nih kelakuan absurt mereka . Bisa bisanya suasana langsung berubah drastis .

" Udah !! " Teriak Intan melerai .

" Biarin aja padahal , nanti kalau capek juga berenti " ucap Reina .

Reina bangkit dari duduknya . Ia ingin keluar sebentar . Kemana Aren ? Sejak tadi Reina perhatikan tak ada tanda tanda Aren dikelas .

" Mau kemana ? " Tanya Intan .

" Ke depan bentar "

Baru saja Reina akan keluar kelas . Langkahnya terhadang oleh seorang lelaki dengan tubuh tegap yang jauh lebih tinggi darinya .

Masih diposisi yang sama Reina bisa mencium aroma maskulin yang menyegarkan . Dia tahu aroma ini . Pemilik aroma inilah yang ia cari .

Reina mendongakan kepalanya . Dan benar saja ternyata itu adalah Aren .

" Mau kemana ? " Tanya Aren .

" Mmmm ma - ma mau buang sampah " jawab Reina terbata bata .

" Massa ? " Tanya Aren tak percaya . Wajahnya kini sengaja Aren dekatkan dengan Reina .

Reina ( END )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang