MTH 12

14.4K 1.6K 45
                                        

***

"3 ORANG SISWA DARI SEKOLAH 'S' DIKETAHUI TERLIBAT KASUS PEMBUNUHAN PADA GURU MEREKA"

"3 SISWA DARI SEKOLAH 'S' DITANGKAP ATAS TUDUHAN PEMBUNUHAN DAN TERANCAM DIKELUARKAN DARI SEKOLAH"

"PEMBUNUHAN PADA GURU DI SEKOLAH 'S' DIDUGA KARENA KEKESALAN SISWA PADA GURU"

"SISWA BERINISIAL 'NJ', 'LH', DAN 'CJ' DIDUGA PELAKU PEMBUNUHAN ATAS GURU MEREKA"

***

Haechan, Renjun, Shotaro, Yangyang, Seungmin, dan Han berlari keluar kelas dan mengejar Jaemin yang dibawa pihak kepolisian.

"NANA!!!" Jaemin sudah ingin menangis saja rasanya. Dia berbalik dan menatap Haechan yang berteriak memanggilnya. Jaemin hanya bisa memberikan gelengan kepala kecil.

Hangyul dan Junho juga sudah tidak bisa melakukan apapun sekarang. Mereka bertiga hanya bisa diam saat polisi membawa mereka, sedangkan para siswa membicarakan mereka di belakang sana.

"Kami tidak membunuhnya hiks" isak Junho.

"Jelaskan saja semuanya di kantor, jika memang bukan kalian yang melakukannya, kalian akan jadi saksi, tapi sekarang ikut saja dulu." ujar polisi yang membawa ketiganya.

Johnny yang melihat itu segera menghubungi Jaehyun dan Jeno. Ini tidak bisa dibiarkan. Dia tahu benar Jaemin tidak bersalah. Anak manis itu melihat anjing Johnny luka saja sudah menangis, padahal  anjing Johnny itu hanya luka kecil yang bisa disembuhkan hanya dengan obat merah.

Johnny mengirim pesan pada Jaehyun dan Jeno, karena dia harus diam-diam melakukan otopsi pada jasad yang diduga salah satu guru di sana.

***

Jeno mengebut, Jaehyun menghubungi Yunho dan meminta ayahnya itu yang kantornya dekat kantor polisi untuk segera ke kantor polisi sebagai wali Jaemin.

"Dia ada di tempat dan waktu yang salah" ujar Jeno. Jaehyun mengangguk.

"Appa sudah ada di kantor polisi." Jeno mengangguk kecil dan semakin melajukan mobilnya gila-gilaan.

Di kantor polisi, Jaemin, Hangyu, dan Junho dimintai keterangan.

"Jadi, Na Jaemin haksaeng, bisa jelaskan apa yang terjadi?" Jaemin yang matanya sudah basah itu mengangguk kecil pada sang polisi.

"Saya keluar dari kelas untuk buang air kecil, tapi saat dijalan saya bertemu Kang ssaem dan meminta saya untuk membantunya membawa buku ke perpustakaan. Setelah itu saya baru ke kamar mandi, saya masuk bersamaan dengan keduanya. Hangyul sunbae mencuci tangannya yang penuh tinta hitam spidol, sedangkan saya dan Junho buang air kecil. Lalu Hangyul sunbae mencium bau amis." jelas Jaemin.

"Ne, saya mencium bau amis lalu saya mencoba mencarinya. Sebenarnya tadi Junho sudah melarang saya untuk tidak membuka tiap bilik, tapi saya tetap membukanya. Dan menemukan jasad Pyo Harang ssaem. Junho dan saya yang berusaha mengeluarkan jasad tersebut, Jaemin sudah melarang kami tapi saya tetap ingin mengeluarkan jasad itu." lanjut Hangyul.

"Ne, tapi belum sempat kami keluarkan, seorang siswa lain datang dan mengatakan kami membunuhnya, tapi sebenarnya tidak." ujar Junho.

"Hubungan kalian dengan Pyo Harang-sshi?" tanya polisi lainnya. Mereka tidak melakukan interogasi secara keras karena ketiga siswa itu mau diajak kerjasama dengan baik. Jelas sekali jika mereka bukan pelaku, karena jika pelaku pasti akan mengelak dan mencari-cari alasan juga tidak bisa diajak kerjasama. Seorang dari polisi yang memang bisa membaca raut wajah orang-orang memberitahu polisi lainnya kalau tiga anak itu bukan pelakunya.

[2JAE & NOMIN] My Two HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang