MTH 20

13.6K 1.3K 59
                                        

***

Jaehyun menghancurkan ruangannya saat tahu dari Johnny jika memang benar yang meracuni Jaemin adalah Helene Kim. Mark dan Yuta saat ini sedang melacak keberadaan keluarga Helene untuk dibantai sesuai perintah Jaehyun tadi.

"Hyung" Jaehyun menatap Jeno yang duduk tenang sembari menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.

"Ada apa?" tanya Jaehyun, dia biarkan ruangannya hancur. Kun yang ada di sana segera meminta cleaning service untuk membersihkan ruangan Jaehyun.

Jeno menatap hyungnya, dia sejak tadi ada di sana dan melihat bagaimana hyungnya mengamuk. Mereka tidak akan khawatir meninggalkan Jaemin sendirian di rumah sakit, di sana sudah ada Sehun dan Jongin, juga ada Ten dan Taeyong, jadi bisa dijamin Jaemin akan aman.

"Hyung, kenapa dulu kita tidak membunuh gadis itu?" Jaehyun menjatuhkan tubuhnya di sofa depan Jeno.

"Tidak tahu, dulu itu kita hanya mengikuti ucapan eomma agar tidak membunuhnya, sekejam apapun perbuatannya, tapi untuk kali ini aku tidak akan melepaskan dia dan keluarganya lagi." ujar Jaehyun, nampak kilat mengerikan di mata si sulung Jung.

"Dia begitu terobsesi padamu." ujar Jeno sembari memberikan ponsel Jaemin yang tadi sempat diberikan oleh Renjun kepadanya sebelum remaja mungil itu pergi dari rumah sakit.

Jaehyun menerima ponsel itu dan membaca isi pesan yang dikirim oleh nomor tidak dikenal kepada Jaemin mereka. Dan amarahnya memuncak saat tahu si pengirim pesan ini benar-benar melukai Jaemin.

"Nomornya tidak bisa dilacak, sepertinya hanya nomor sekali pakai, tapi jelas sekali jika ini adalah dia, karena sangat terlihat jelas dari isi pesannya, kata-kata kasar yang ia pakai benar-benar membuat kita tahu itu adalah dia. Unlady like." ujar Jeno.

"Aku tidak mau tahu, gadis itu benar-benar harus dilenyapkan." ujar Jaehyun.

"Tapi hyung, tiba-tiba aku kepikiran sesuatu." ujar Jeno tiba-tiba, membuat Jaehyun menatapnya.

"Apa?" tanya Jaehyun.

"Melihat bagaimana Jaemin membalas pesannya, berarti dia memang tidak suka jika miliknya diganggu, aku jadi ingin melihat 'keganasan' dan 'kecemburuan' kelinci manis kita ini. Aku ingin tahu bagaimana dia mengatasi si pengganggu ini." penuturan Jeno agaknya membuat Jaehyun ikut berpikir.

"Tapi tidak sekarang" ujar Jaehyun.

"Tentu tidak sekarang." Jeno menyandarkan tubuhnya pada sofa yang ia duduki.

"Jaeminnie baru keluar dari rumah sakit dan harus kembali menjalani perawatan gara-gara keracunan." ujar Jeno sembari menatap ke arah luar.

Kun yang sejak tadi ada di sana membantu cleaning service membersihkan ruangan Jaehyun, mendadak berhenti, dia meminta si cleaning service keluar ruangan karena memang sudah selesai. Kun  berhenti karena mendapat sebuah pesan, berupa foto yang dikirimkan sang 'istri' kepadanya. Foto di mana loker Jaemin dicoret dengan tinta merah, dan di bagian luar loker ada tulisan 'bit*h'. Kun menatap dua Jung itu sebelum dia mendekati keduanya dan memperlihatkan foto yang mengganggu itu.

"Siapa yang melakukan ini?" tanya Jaehyun.

"Gadis itu?" tanya Jeno.

"Kemungkinan iya, Yangie dan temannya membersihkan loker itu saat ini." jawab Kun.

"Benar-benar minta dihabisi" desis Jeno.

"Apa sudah ada informasi dari Mark dan Yuta hyung?" tanya Jaehyun.

"Belum ada sama sekali" jawab Kun, dan itu membuat Jaehyun juga Jeno merasa heran. Mark dan Yuta bukan orang yang kesulitan mencari informasi, tapi kenapa keduanya hari ini begitu lama mendapatkan informasi?

[2JAE & NOMIN] My Two HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang