MTH 52

9.5K 1K 54
                                        

***

Bulan keempat kandungan Jaemin...

Jika tiga bulan pertama Jaemin yang ngidam dan mual-mual, di bulan keempat ini justru kedua suaminya yang mengalami itu. Jaehyun selalu mual di pagi hari dan Jeno yang selalu memiliki permintaan tidak masuk akal. Yunho tidak pernah melihat kondisi seperti ini sebelumnya, dan dia menikmati itu saat ini.

Jaemin selalu mual di pagi hari, tapi Jaehyun selalu mual saat ada bau yang terlalu menyengat, dia bahkan mual mencium bau parfumnya sendiri, dan berakhir selalu menggunakan parfum Jaemin yang beraroma lebih kalem atau terkadang tidak memakai parfum sama sekali.

Jika Jaemin selalu minta dimasakkan makanan oleh Jeno atau Jaehyun, kini Jeno selalu minta dimasakkan makanan oleh ayahnya, Jung Yunho. Tentu saja Yunho menurutinya, meski dengan berat hati terkadang. Yunho sendiri masak dengan bantuan pelayan dapur.

Jaemin senang dia tidak harus mual-mual lagi, tapi jika melihat Jaehyun yang kadang sampai lemas begitu, dia jadi tidak  tega. Setiap ditanya oleh Jaemin, Jaehyun selalu mengatakan dia tidak apa-apa, Jaemin tahu suami sulungnya itu tidak ingin membuatnya cemas, tapi justru dengan berbohong begitu Jaemin malah dibuat cemas.

Jika untuk Jeno, Jaemin merasa tidak terlalu direpotkan dengan permintaan Jeno, karena permintaan Jeno bukan ditujukan untuknya, tapi lebih sering kepada Yunho atau Sehun. Hanya saja, ada satu hal yang membuat repot, yaitu mood swing yang biasanya dialami ibu hamil, malah dirasakan oleh Jeno. Mood Jeno yang naik turun membuat Mark kelabakan sendiri di kantor terkadang, sampai-sampai Mark pernah menghubungi Jaemin hanya untuk menenangkan Jeno yang mendadak menangis tanpa tahu sebabnya. Pusing juga Jaemin kadang kalau mood swing Jeno kambuh.

***

 "Kau mual lagi? Aku bahkan tidak memakai pafrum dengan wewangian melati yang menyengat, Jung!" Kun dengan sabar memijit tengkuk Jaehyun, atasannya selesai rapat mendadak langsung lari ke kamar mandi.

"Meski bukan kau, tapi pekerja wanita dan beberapa orang di ruang rapat tadi memakai wewangian yang membuatku mual." ujar Jaehyun, Kun geleng kepala sendiri, setelah membersihkan mulutnya, Jaehyun dan Kun keluar dari kamar mandi dan menuju ruangannya. Sampai di ruangannya, Jaehyun merebahkan diri di sofa.

"Aku jadi tahu rasanya mual dipagi hari atau mual hanya gara-gara aroma yang menyengat." ujar Jaehyun, Kun duduk di sofa tunggal di depan Jaehyun.

"Maka dari itu, hargai Jaemin dengan baik, perlakukan dia dengan baik." ujar Kun mengingatkan.

"Aku tahuuuu~" Jaehyun merebahkan diri dan menutup matanya, mual itu tidak enak.

Beda di tempat Jaehyun, beda di tempat Jeno.

Mark kelimpungan bersama Jungwoo karena Jeno mengamuk, menemukan ada kesalahan kecil dalam game yang akan segera diluncurkan. Pihak perancang dibuat ketakutan dan mereka segera bekerja cepat untuk menenangkan bos mereka.

Mark dan Jungwoo tidak hanya harus mengurus masalah game, tapi juga harus menuruti keinginan Jeno, dia ingin makan siang gimbap tapi isi buah-buahkan, jus wortel campur coklat, lalu vanilla cake ekstra manis dengan tambahn bubuk cabai. DIMANA MEREKA HARUS MENEMUKAN ITU SEMUA?!

Mark dan Jungwoo ingin menangis saja rasanya saat mendengar menu makan siang Jeno hari ini. Mau dicarikan tapi tidak tahu dimana, tidak dicarikan ini atasan mereka bakal nangis seharian, serba salah, dan mereka juga tidak bisa menghubungi Jaemin terus-menerus.

"Jungwoo-ya, aku menyerah"

"Aku pun, Mark."

"MAKANANKU MANA MARK HYUNG?!"

Mark dan Jungwoo, "......"

***

Jaemin menyambut kedua suaminya yang baru saja pulang dari kantor. Yunho duduk manis di ruang tengah menonton acara tv sembari ditemani teh buatan menantunya. 

"Selamat datang, Jaehyun hyung, Jeno hyung." sapa Jaemin, kedua suaminya hanya mengukir senyum dan mencium pipinya.

"Kami ke atas dulu" ujar Jeno dengan lesu, Jaemin mengerjap dan hanya mengangguk, membiarkan kedua suaminya naik ke lantai dua menuju kamar mereka.

"Appa, Jeno hyung dan Jaehyun hyung kenapa terlihat lemas begitu?" tanya Jaemin pada Yunho.

"Appa juga tidak tau, tapi kau tau pasti kan? Semenjak kau sudah tidak mual dan ngidam, kedua hal itu malah pindah kepada kedua suamimu, jadi mungkin itu lah yang mereka alami saat ini." jawab Yunho, Jaemin menghembuskan nafas pelan mendengar itu.

"Kasihan suami Nana, Appa tahu bagaimana caranya mengembalikan mood mereka?"  tanya Jaemin.

"Biarkan mereka istirahat, seharian dengan keadaan mood naik turun dan mual yang melanda itu cukup menguras tenaga." mendengar itu Jaemin mengangguk menurut.

"Nana mau buat teh dan camilan untuk keduanya, Appa mau dibuatkan teh yang baru lagi?" tanya Jaemin sebelum pergi ke dapur.

"Tidak usah sayang, tidak perlu, nanti kalau habis Appa bisa minta pelayan lain yang mengisinya ulang." ujar Yunho, Jaemin mengangguk kecil lalu pergi ke dapur dan membuatkan teh untuk kedua suaminya.

***

 "Kasihan suami-suami Nana" Jaemin mengusap kepala Jeno yang tengah terbaring. Baik Jeno dan Jaehyun terbaring dengan keadaan kaos oblong dan celana training. Jaehyun bahkan tidur dengan handuk masih terkalung di lehernya. Jaemin memanggil pelayan dan membiarkan pelayan membawa tehnya kembali, karena kedua suaminya sudah lelap.

Jaemin naik ke atas kasur setelah dia mengatur suhu AC dan menutup jendela kamar. Jaemin naik ke atas kasur dan mendusal di tengah-tengah kedua suaminya. Jaemin merunduk mencium kening Jaehyun, handuknya dia ambil perlahan dan diletakkan di meja nakas. Jeno pun mendapat perlakuan sama, ciuman di kening.

"Terimakasih kerja kerasnya, daddy, papa." bisik Jaemin.

***

Bagaimana dengan bulan kelima?

***

_MTH 52_

[2JAE & NOMIN] My Two HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang