MTH 33

10.9K 1.1K 29
                                        

***

Hari ini, Jaemin berangkat sekolah dengan perasaan luar biasa gugup, dia tidak mengerti kenapa, tapi mungkin karena faktor selepas pulang sekolah nanti. Jaemin yang duduk di kursi belakang menatap Jaehyun dan Jeno yang di depan, berbicara mengenai bisnis mereka. Jaemin menatap keduanya dalam diam. Sampai saat ini Jaemin masih tidak percaya jika dia akan menikah dengan dua orang yang bisa dikatakan berpengaruh di Korea. Dia bahkan tidak percaya jika hidupnya benar-benar akan berubah. 

"Jaeminnie, sudah sampai" ujar Jeno, Jaemin mendongak dan menatap gedung sekolahnya.

"Ne" Jaemin merapikan barangnya, setelah itu dia memajukan badannya dan mencium pipi kedua pemuda Jung itu.

"Selamat bekerja" dan Jaemin keluar setelah itu. Jaehyun dan Jeno hanya tersenyum melihat tingkah si manis.

"Ne hyung, tolong antar aku ke makam appa dan eommaku." Jaehyun mengangguki permintaan Jeno dan mereka pun segera melaju pergi dari area gedung sekolah Jaemin.

Saat sampai di area pemakaman, Jeno turun.

"Hyung ke kantor saja langsung, nanti aku akan minta Mark hyung menjemputku." Jaehyun mengangguk.

"Jen, nanti aku cek mobilmu di bengkel, siapa tahu sudah selesai diperbaiki." Jeno mengangguk.

"Terimakasih hyung, aku masuk dulu." Jeno pun melangkah masuk, Jaehyun baru pergi setelah memastikan adiknya itu masuk ke area pemakaman.

"Mungkin aku harus mengunjungi eomma juga." ujar Jaehyun dan melajukan mobil ke arah lain, bukan arah ke kantornya.

***

"Kemarin kau ceria dan penuh semangat, kenapa sekarang nampak tegang begitu?" tanya Seungmin.

"Ceria? Jaemin kemarin seperti itu?" tanya Yangyang. Seungmin mengangguk.

"Ada sesuatu kemarin?" tanya Shotaro.

"Dia tidak mau cerita" ujar Renjun.

"Eyyy~ suka sekali main rahasia-rahasiaan." komentar Han sembari menyeruput jus yang ia pesan tadi.

"Apalagi sekarang penyebabnya?" tanya Haechan.

"Tidak ada." jawab Jaemin acuh, sok acuh tepatnya. Dia benar-benar dibuat gugup sendiri padahal pembicaraan pernikahan masih nanti sore.

"Kau nanti bekerja di Moon cafe?" tanya Han.

"Tidak, hari ini ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan hyungku." ujar Jaemin.

"Ahh begitu rupanya, ada apa memangnya?" tanya Han.

"Yaaa itu~ begitulah~" ujar Jaemin tidak jelas, membuat semua sahabatnya mengernyit dan menatap tajam si pemuda manis.

"Katakan!" desak Yangyang.

"Tidak akan!" rona merah menjalar di pipi Jaemin, membuat semua heran.

"Ahh~ sepertinya aku tahu apa ini." ujar Haechan.

"Apa memangnya?" tanya Renjun.

"Ini pasti ada hubungannya dengan kedua pangeranmu kan?" tebak Seungmin. Jaemin tidak menjawab dan hanya mengangguk kecil.

"Nah benar, berarti tebakanku tidak meleset." ujar Haechan.

"Apa sih?! Katakan tidak?!" kesal Renjun dan Felix.

"Pernikahan"

"MWO?!"

***

[2JAE & NOMIN] My Two HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang