BAGIAN 12.

6.2K 293 8
                                        

OHH, HALLOW!! 👋

PART INI SUDAH DIREVISI, HARAP MAKLUM JIKA ADA KOMENTAR YANG TIDAK SESUAI‼️

SEBELUM LANJUT, AYO VOTE PART INI DULU ⭐⭐⭐

HAPPY READING!!! 💖


🛵

   


Pagi ini Agatha sedang mengadakan rapat Cheers. Agatha terlihat sangat tegas memimpin anggotanya. Tak heran banyak kaum Adam yang tertarik pada gadis itu, bukan hanya cantik tapi Agatha juga pinter dalam banyak bidang.

"Sudah paham semua?" tanya Agatha untuk memastikan anggotanya mengerti denga apa yang baru saja mereka bahas.

"SIAP, SUDAH KAK!"

"Syilla, Bella, Merry, Vanya, dan termasuk gue sendiri," ujar Agatha menggantungkan ucapannya "Kita berlima pemandu sorak, gue harap kita bisa kompak sampai hari-H!" Tegas Agatha untuk kesekian kalinya.

"Siap kak," jawab Merry dan Vanya, adik kelas-nya.

"Buat yang lain juga harus kompak! Menang itu bonus, yang penting itu solidaritas nomor satu!" tegas Agatha, lagi.

Arga dan teman-temannya yang melewati lapangan Basket melihat anggota Cheers yg sedang diberi bimbingan. Mata laki-laki dengan jaket hitam itu seolah seperti magnet yang terus tertarik untuk melihat perempuannya disana.

"Biasa aja kali liatnya," celetuk Deran mempergoki Arga.

Sontak Arga membuang wajahnya ke-arah lain, dan berlalu pergi dari teman-temannya.

"Gengsian," desis Raven.

"Kayak lo!" balas Gilang, lalu berjalan menyusul ketuanya.

"Buang teman dosa gak ya?" Tanya Abi pada Dewa.

"Palingan lo yang dibuang sama mereka, buat nyampah," ketus Dewa.

"Anjeng lo, Wa!" Maki Abi dan berlalu pergi mengikuti langkah teman-temannya.


****

Saat ini Rhuici sedang berada di Warjok belakang sekolah, tadi ia menyuruh temannya yang lain untuk pergi duluan dengan alasan masih menyalin pr di Markas, gadis itu butuh ketenangan ia tidak mau diganggu.

"Kayak orang depresot gue," ujar Rhuici pada dirinya sendiri.

"Mbak Suti!" panggil Rhui pada sang pemilik warung.

"Iya neng, kunaon?" Tanya Mbak Suti.

"Berapa Mbak semuanya?"

"20 rebu neng." Rhuici mengeluarkan uang berwarna biru dan memberikan pada Mbak Suti "Kembaliannya ambil aja Mbak."

Mbak Suti tersenyum ramah "Hatur nuhun neng."

Rhuici menganggukan  kepala dan beranjak mendekati motornya.

  

  

****

  

  

"Dewa, jorok cebok kaga bersih," ejek Abi.

"Anjing, gue udah bersih ya, nih cium bokong gue," ujar Dewa mengarahkan bokongnya ke wajah Abi.

ARTHA STORY'SCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang