Bagian 33

342 18 4
                                        

"Simple saja, aku mencintaimu, kamu mencintai dirinya"

Karin berjalan setengah berlari untuk segera mencapai kelasnya, suara riuh dari halaman belakang sekolahnya, tempat dimana Kevin sedang latihan renang, sayup-sayup menghilang, dan itu artinya semua yang berada disana sudah pergi, pulang ke rumah m...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Karin berjalan setengah berlari untuk segera mencapai kelasnya, suara riuh dari halaman belakang sekolahnya, tempat dimana Kevin sedang latihan renang, sayup-sayup menghilang, dan itu artinya semua yang berada disana sudah pergi, pulang ke rumah mereka masing-masing, begitu pula Kesya yang pastinya pulang bersama Kevin. Karin agak menyesal, mengapa dirinya tidak langsung membawa tasnya agar dirinya tidak perlu bolak-balik ke kelasnya hanya untuk mengambil air mineral?

Tas Karin tergeletak sendirian didalam kelasnya yang sepi, ia melangkah masuk mengambil tasnya untuk segera pulang, namun ketika ia melirik ke arah jarum jam 9, bersebrangan dengan keberadaan tasnya, Ia tercengang ketika menemukan Aldo yang terduduk lemas dibangkunya, wajahnya terlihat sangat pucat, matanya menyipit karena menahan nyeri dibagikan kepalanya.

"Yampun Aldo! Lo ngapain masih disini?" tanya Karin setelah dirinya mendekati Aldo yang terlihat pucat pasi. Ia melirik meja Aldo yang berisikan tumpukan buku panjang, ia sedang merekap absen.

Karin menghela nafas pelan, jika seperti ini, ia menjadi merasa sangat bersalah karena telah menyuruh Aldo untuk merekap absennya, walau dia tau bahwa kondisi Aldo belum benar-benar sehat.

Aldo memegangi kepalanya yang terasa nyeri. "Gue gak kuat" gumam Aldo dengan mata setengah tertutup.

Karin memegang dahi Aldo, kemudian ia langsung menjauhkan kembali tangannya, ketika ia merasakan suhu tubuh Aldo yang sangat panas. "Astaga, lo demam!" seru Karin. Kemudian dengan gerakan cepat, ia membereskan buku-buku serta alat tulis yang berada disekitar Aldo. Mengaitkan tas Aldo dan juga tas miliknya ke belakang punggungnya. "Ayo Do, kita pulang, gue anter ya? Kita pakai taxi online aja" ucap Karin penuh khawatir, kemudian ia menuntun Aldo untuk berdiri dan berusaha membawa Aldo pergi ke depan sekolah untuk mencari taxi.

Panas matahari sore masih mampu membuat dua remaja yang kini masih setia berada didepan pagar sekolah merasa sangat gerah, Karin melirik Aldo sekilas yang terlihat sangat pucat, rasa bersalahnya kian menjadi-jadi, seharusnya ia tidak menyuruh Aldo untuk menyelesaikan rekapan absen tersebut, dan membiarkan Aldo pulang lebih awal untuk beristirahat.

"Do, panas ya? Kita duduk dulu yuk" Aldo hanya mengikuti tuntunan tangan Karin, ia tidak cukup kuat untuk memberontak ataupun menolaknya. Karin mendudukan Aldo didepan gerbang sekolahnya, menyenderkan kepala Aldo pada gerbang tersebut. Kekurangan sekolahnya ini hanya satu, tempat teduh untuk menunggu angkutan umum.

"Aduh mana sih taxinya? Lama banget!" kesal Karin, ia terus saja berjalan sambil mendongakan kepalanya ke kanan dan ke kiri di sepanjang jalan tersebut. Melihat kondisi Aldo yang semakin memburuk, akibat panasnya sinar matahari, membuat Karin langsung cepat-cepat mengambil dua buku tulisnya. Tangan kanannya yang membawa buku tulis untuk meneduhkan Aldo, sedangkan tangannya yang lain yang sama-sama membawa buku, berusaha menghasilkan angin segar untuk Aldo.

PLAYBOY (ON GOING) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang