[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
Keyna yang menyukai Arkan terus mendapat tolakan dari cowok itu ketika berulang kali menyatakan cintanya. Hingga suatu hari, di dalam kelas ketika hendak pulang sekolah, Keyna bertemu dengan Regan, kakak kelas yang selalu m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
REGAN benar-benar di rumah saja hari ini. Sudah lama ia tidak di skors dari sekolah, dan ini cukup menyenangkan. Untuk seminggu kedepan ia bisa mencuci otaknya dari pelajaran yang membosankan. Tapi masalahnya, laki-laki itu akan jarang bertemu sang pacar. Iya, Regan sudah mengklaim Keyna sebagai miliknya, meskipun tanpa persetujuan cewek itu.
Tidur dan bangun siang adalah kenikmatan yang tiada tara. Tapi bagaimana jika paginya sudah di isi dengan suara yang begitu berisik dan juga sangat menyebalkan?
Sedikit demi sedikit mata Regan terbuka. Agak bodoh karena dia seperti orang bingung. Regan duduk di tempat tidurnya tanpa menggunakan pakaian atas membuat dada bidang nya terpampang jelas.
Regan duduk dan matanya masih memejam, ia masih mengantuk. Cowok itu mengusap matanya dan juga mengacak-acak rambut tebalnya.
Regan berdiri dari sana, langkahnya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebenarnya ia masih sangat mengantuk, namun apa daya, suara berisik dari dalam rumahnya membuat Regan menjadi susah tidur.
****
"Nara, sini main, kenapa mukanya jahat banget setiap ngeliat Nata?" Nata cemberut menatap Nara yang punya sifat cuek. Emang pertama kali melihat Nara, Nata sedikit canggung, tatapan anak perempuan itu seperti tidak suka adanya keramaian dan tentu saja dirinya.
"Muka aku emang kayak gini Nata, kalo kamu mau main, main aja sendiri," bales Nara, cuek. Anak itu berjalan kedepan TV lalu mengambil toples yang berisi cemilan, dan memakannya di depan Nata.
"Yaudah deh, tapi itu makanannya jangan diabisin, Nata suka."
Nara memandang keripik yang ia makan sekarang, keripiknya tinggal sedikit, Nara juga menyukainya, bahkan sangat.
Nara menyodorkan toples tersebut pada Nata, kemudian cemberut. "Ambil aja semua, aku gak suka rasanya."
Nata tersenyum cerah lalu mengambil toples tersebut, kemudian memakan cemilan itu dengan santai.
"Enak gini kok," heran Nata. Bisa-bisanya Nara bilang tidak suka dengan keripiknya.
"Menurut kamu enak, tapi menurut aku biasa aja." Nata manggut-manggut mengerti, kembali memakan keripik tersebut.
Sedangkan ditempat yang sama dan ruangan berbeda, dua ibu muda ini sedang bercanda ria di dapur sambil memasak bolu kukus.
"Sist, tau gak sih, suaminya bu Tera kayaknya dipecat, ya, sis," ujar Ririn--mama Nara kepada Sara yang sedang mengaduk adonan.