[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
Keyna yang menyukai Arkan terus mendapat tolakan dari cowok itu ketika berulang kali menyatakan cintanya. Hingga suatu hari, di dalam kelas ketika hendak pulang sekolah, Keyna bertemu dengan Regan, kakak kelas yang selalu m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
FAJAR baru saja tiba di sekolah pagi ini dengan motor yang di kendarainya, kemudian ia berdecak saat melihat Putri dan juga Arkan yang sudah mesra-mesraan di koridor.
Fajar benci melihatnya, cowok itu tidak jadi masuk ke kelasnya tapi berbelok ke arah lain.
Di samping kantin, ia duduk sendiri. Tangannya merogoh tas untuk mengambil headset dan mendengar kan lagu. Fajar menyukai suasana tenang.
Tuk.. Tuk.. Tuk..
Terdengar suara langkah kaki milik seseorang menghampiri Fajar. Fajar tidak tau, karena dia sedang mendengarkan lagu, cowok itu memilih acuh.
Cewek itu duduk tepat di samping Fajar kemudian bersender di dinding. Di tatapnya Fajar kemudian ia perlahan menarik benda yang mengganjal di telinga laki-laki itu.
Fajar tersentak kaget dan menoleh dengan cepat. Kagetnya bertambah seraya mengetahui orang tersebut.
"Mak lampir?!"
Rensi berdecak lalu memukulnya. "Bisa gak sih lo jangan manggil gue mak lampir mulu?!"
Fajar menggeleng, "Ya nggak bisa lah, nama mak lampir kan udah mendarah daging."
"Ish."
"Gak usah ganggu gue, sana pergi." Fajar menjauhkan badannya dari Rensi, ia tidak mau tertular virus pembuli.
"Lah lo ngusir gue?"
"Iya, gak mau gue deket-deket sama lo," balas Fajar jutek menatap Rensi dengan garang.
Rensi menyunggingkan senyumannya, ia bersedekap dada dan memejamkan mata.
"Malah tidur lagi lo," ujar Fajar. Tetapi, ia lebih memilih untuk tidak peduli dan fokus dengan hp nya.
"Gue tau, lo denger pembicaraan gue sama kang pelakor kemaren," kata Rensi tiba-tiba dan sukses membuat Fajar tertegun.
"Ngomong apaan, sih lo?"
"Gak usah sok lupa, jijik dengernya."
"Gue emang gak t--" belum lagi Fajar menyelesaikan ucapannya, Rensi berdiri lalu mengacak singkat rambut cowok itu kemudian tersenyum dan berkata, "Aduh, gue nggak mau deh masalah gue sampe kebongkar apalagi sama berondong kayak lo."
Fajar hanya diam menatap Rensi, apa maksud dia elus-elus kepala Fajar?!
"Bye!" Rensi pergi dari sana. Fajar mengambil napas sebanyak-banyaknya, bagaimana Rensi tau kalo dirinya yang menguping waktu lalu?