28 - Di Skors

12K 857 7
                                        

SUNGGUH GILA!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

SUNGGUH GILA!

Keyna dan Regan sedang di introgasi di ruang kepala sekolah bersama Sara dan Reva yang menjadi wali di antara keduanya.

Disini juga ada orang tua Candra menuntut pertanggungjawaban atas
apa yang dilakukan Regan.

Candra langsung di larikan ke rumah sakit sehabis dipukuli dengan Regan tadi, cowok itu mengeluarkan darah cukup banyak dari bibirnya dan tidak sadarkan diri.

Regan sendiri merasa puas dengan apa yang di lakukan dirinya terhadap Candra. Justru menurutnya itu kurang setimpal dengan apa yang dilakukan Cowok itu terhadap Keyna.

Keyna belum juga mengeluarkan suaranya dari tadi. Perasaannya begitu kacau hari ini. Gadis itu beberapa kali memegang keningnya, tepat dimana Regan menciumnya depan siswa siswi.

Sampai-sampai, Keyna dan Regan menjadi topik hangat di sekolah, kabar itu langsung meluas dengan cepat dan akurat.

Keyna ingin menangis, Regan begitu hilang kendali tadi, belum lagi ia masih kepikiran dengan Candra yang melecehkannya dengan kata yang menjijikkan itu.

Rasanya Keyna ingin teriak sekarang, meluapkan semua rasa yang ia pendam dan membuangnya begitu saja ke alam bebas.

Tepat di sampingnya Regan duduk, Keyna menatap Regan datar tanpa ekspresi melihat wajah tampan itu seolah tidak berdosa dan masih terlihat santai seperti biasanya.

"Lo milik gue, dan gak ada yang bisa nyakitin lo selama ada gue."

Kalimat Regan terus berputar di pikiran cewek itu. Di satu sisi ia merasa terlindungi, dan di satu sisi Keyna membenci Regan yang seenaknya mengklaim dirinya sebagai milik cowok itu.

"Anak itu harus dilaporkan ke polisi karena dia sudah membuat anak saya masuk rumah sakit!" orang tua Candra marah-marah, mengerang menatap Regan tajam.

Sara yang merupakan kakak ipar Regan tidak akan tinggal diam begitu saja, "Maap ya bu, tapi menurut siswa yang ngeliat mereka, anak ibu dulu yang menampar Keyna. Tentu saja Regan tidak tinggal diam jika orang yang dia sayang di tampar?"

Sementara Reva, ia mengelus-elus pundak Keyna menenangkan cewek itu. Selama Reva menjadi wali Keyna karena orang tuanya sibuk bekerja, baru kali ini Keyna mendapatkan masalah, apalagi dengan seorang laki-laki seperti Barra Regantara.

"Setelah saya mendengarkan kedua belah pihak, sepertinya ini salah keduanya. Jadi, saya memutuskan untuk menskors Regan selama seminggu, dan itu juga berlaku untuk Candra," putus Kepala Sekolah.

Orang tua Candra tidak terima lalu berdiri, "Tidak bisa begitu dong, anak ini harus di keluarkan karena melakukan hal yang kriminal, masa sekolah ini membiarkan anak kriminal tetap ada disini? Sekolah macam apa ini?"

UNIDADE [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang