[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
Keyna yang menyukai Arkan terus mendapat tolakan dari cowok itu ketika berulang kali menyatakan cintanya. Hingga suatu hari, di dalam kelas ketika hendak pulang sekolah, Keyna bertemu dengan Regan, kakak kelas yang selalu m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"JADI, berhubung gue ulang tahun lusa, rencananya gue mau ngerayain ulang tahun dengan makan-makan gratis di kafe ini! Ya kayak pesta kecil-kecilan lah."
Teman-teman Keyna dan Regan bersorak gembira terlebih kelima laki-laki tampan yang kini berekspresi berlebihan.
"Nggak rugi lo kak?" Keyna ragu dengan omongan sang kakak, apalagi tampang temen-temen Regan ini muka-muka orang suka makan banyak dan juga suka yang berbau gratisan.
"Ya enggak lah, ultah gue satahun sekali juga," jelas Reva. Keyna pun mengangguk menyetujui.
"Nah mangkanya kalian harus datang, suka gratisan, kan?"
Temen-temen Regan saling pandang lalu serentak menjawab, "Kok tau?"
"Ya iyalah, namanya gratis siapa yang nggak suka coba? Ya gak rich leader?" Regan langsung menoleh saat sebutannya tiba-tiba di omongin, "Nggaklah, gue nggak rakus kayak lo pada."
"Eleh bo'ol ayam."
Reva tertawa lalu melihat sekitar, gadis itu berbisik pada Keyna. "Kok Putri nggak datang?"
"Lo ada masalah sama Putri?" Keyna mengabaikan pertanyaan sang kakak, tidak mau mood nya hancur begitu saja.
Dan omongan antara kedua kakak beradik itu di dengar jelas oleh Fajar.
"Keyna sama Putri ada masalah apaan?"
****
Rensi bersender di balik tembok, menunggu seseorang datang. Sesekali cewek itu mengecek jam di tangannya.
Melihat mangsanya udah muncul, ia mulai bersiap-siap.
"Heh sini lo!" Rensi tiba-tiba menarik Keyna yang hendak menuju kelasnya.
Perempuan itu membawa Keyna menuju belakang sekolah. Ia menyentak lengan Keyna membuat gadis itu meringis. "Apaan, sih?"
"Lo gue perhatiin semakin deket ya sama Regan." Rensi menatap Keyna dari atas sampe bawah, ia melipat tangannya di depan dada dan bersender pada dinding.
"Lupa ya gue ngomong apa kemaren-kemaren?"
Keyna menatap bingung perempuan di depannya ini, "Apaan sih ni orang, lo ngapain, hah?"