SELAMAT MEMBACA^^
•••🍁•••
Matahari sudah menampakkan sinarnya, menandakan pagi hari sudah datang. Setelah menyiapkan keperluan sekolahnya dan selesai sarapan. Anya bersiap hendak berangkat sekolah.
Seketika ia ingat, mobilnya masih ada di bengkel karena kejadian kemarin. Ia bahkan belum sempat mengambilnya. Sebenernya ia bisa saja menggunakan kendaraan lain, tapi bukankah ia punya Samuel?
"Dek, belum pergi?" tanya Adnan yang menuntut sepeda motornya. Menyiapkan nya untuk pergi kuliah. Anya yang hendak menghubungi Samuel langsung mematikan ponselnya.
"Nebeng abang sempet nggak?" tanya Anya yang takut abangnya akan telat berangkat ke kampus.
"Gisell udah duluan?"
"Iya kali," jawab Anya. Adnan manggut-manggut lalu memberikan helmnya pada Anya. Anya tersenyum sejenak lalu naik ke atas motor Adnan.
Anya menghela napas, niatnya ingin berangkat bersama Samuel. Tapi mungkin ini lebih cepat. Mungkin juga Samuel sudah di sekolah.
•••🍁•••
Jam pelajaran pertama sudah berakhir, sejak pagi hingga istirahat Anya belum menemukan keberadaan Samuel. Ingin menghubungi namun ponselnya sejak pagi habis batrai. Anya merapikan buku-bukunya dan hendak pergi.
Namun tertahan saat melihat Sandra. Anya menghampiri gadis itu.
"San, bicara bentar deh." Sandra mendongak, menutup ponselnya dan menatap Anya. Anya duduk di atas meja, bersikap santai.
"Lo waktu itu ke penjara? Jadi?" tanya Anya yang masih penasaran dengan maksud Sandra ke penjara menemui Gavin. Sandra senyum-senyum sendiri lalu menggelengkan kepalanya.
"Ya cuma ngobrol aja. Kan dia temen lo, ya gue juga mau kenal kali. Berbagi temen gitu," ucap Sandra sembari cengengesan.
Anya terkekeh canggung, Sandra 2 kali mengucapkan kata 'berbagi' seperti kata si peneror itu. Anya tidak mau banyak berburuk sangkat dulu. Apalagi Sandra temannya.
"Kenapa, Nya? Lo cemburu?" tanya Sandra balik. Anya langsung menggeleng keras.
"Ya kali. Nggak lah." Sandra manggut-manggut dengan tersenyum. Seketika ia teringat sesuatu.
"Eh, tadi gue lihat Samuel kayaknya dihukum deh. Telat masuk sekolah tuh dia," ucap Sandra sembari memoleskan liptin di bibirnya. Anya mengernyitkan keningnya, langsung turun dari meja.
Anya segera keluar kelas mencari Samuel. Hal yang membuat Sandra diam. "Kok segitunya sih?"
•••🍁•••
Anya menemukan oknum yang ia cari. Cowok itu tengah duduk di tepi kolam, seperti biasa. Apalagi kondisi ruang kolam renang yang sepi. Anya perlahan mendekatinya, menyiram sedikit air di belakang kepalanya.
"An, jangan." Samuel berdecak, ia seolah sudah tahu kedatangan Anya. Membuat Anya cemberut lalu duduk di samping Samuel.
"Kenapa lo telat? Begadang ya?" tanya Anya, membuka kan tutup botol mineral dan memberinya pada Samuel. Samuel menerimanya, meneguknya langsung habis.
"Nggak."
"Telat bangun? Macet? Atau apa?" Samuel melirik ke samping, tatapan dingin sepertinya sedang dalam mode bad. Anya seolah tidak takut dengan tatapan itu, ia tetap tersenyum lebar.
Samuel buang muka dengan jenuh, melihat itu Anya rasa Samuel tengah kesal pada dirinya.
"Kenapa sih?" tanya Anya sekali lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
PANDEGA
Novela Juvenil"Pandega! Gue suka nama itu!" pekik Anya dengan senang. Samuel tersenyum miring, mendekat ke Anya. "Nama doang?" goda Samuel. "Mau lebih lo?" Samuel kembali tersenyum miring, semakin mendekatkan wajahnya. "Boleh?" ••• Samuel Pandega. Si dingin de...
