SELAMAT MEMBACA ORANG BAIK^^
•••💜•••
Bel istirahat sudah berbunyi, banyak murid keluar kelas untuk melakukan aktivitas lainnya. Kebanyakan mereka akan kekantin, mengisi energi setelah belajar. Besok sudah Ujian Nasional, anak kelas 12 benar-benar belajar ekstra.
Anya juga keluar kelas, matanya terlihat mencari seseorang. Rautnya tidak bisa tenang, Sandra yang disampingnya hanya memperhatikan. Ia heran saat Anya sedikit tersenyum, Sandra mengikuti arah mata Anya.
Melihat Samuel yang juga berjalan berlawanan arah dengan mereka. Sandra menggenggam tangan Anyam Menghentikan jalannya sembari menepuk pundak Anya.
"Nya, jangan gampang luluh. Bersikap cuek untuk jaga hati lo," ucap Sandra menasihati, mendengar cerita dari Anya tentang Samuel. Anya mengangguk paham, melepaskan tangan Sandra dengan tersenyum.
"Gue paham. Gue fokus ke Ujian kok." Anya tersenyum lebar, memastikan dirinya baik-baik saja agar Sandra tidak khawatir. Anya melirik Samuel lagi, lalu kembali melirik Sandra.
"Bentar," pamit Anya mulai berjalan mendekati Samuel. Sandra membiarkan, sebagai sahabat ia hanya perlu menasihati. Selebihnya Anya berhak menentukan apa yang akan ia lakukan.
"Dega!" panggil Anya membuat Samuel tersenyum tipis, Anya berjalan mendekati Samuel. Samuel berdiri diam di tempatnya, menghentikan jalannya. Menanti Anya mendekatinya.
Apa Anya akan kembali? Apa semuanya akan baik-baik saja? Apa hubungannya akan membaik? Benarkah?
Sekarang gadis cantik itu ada di depannya. Samuel memandanginya, dengan perasaan senang dan senyum. Samuel tidak mau pelit senyum lagi pada Anya.
"Kenapa, hmm?" tanya Samuel membuka suara dulu. Anya mengatur napasnya sejenak, ia tidak percaya mengumpulkan keberanian untuk menemui Samuel duluan.
Anya mengeluarkan sesuatu yang sedari tadi ia pegang. Samuel menatapnya, buku dan kertas-kertas yang Anya bawa. Samuel terkekeh kecil, menggoyang-goyangkan kepala Anya seperti dulu.
"Mau belajar bareng?" tanya Samuel peka, Anya berdecak, menepis tangan Samuel dan sedikit mundur. Memberikan buku-buku itu di tangan Samuel.
"Foto copy catatan materi ujian. Lo sering bolos," ucap Anya mengatakan tujuannya menemui Samuel. Samuel bingung, melihat-lihat yang Anya berikan. Kumpulan materi ujian, Samuel kembali menatap Anya.
Samuel tersenyum tipis, meski ia tidak suka dengan wajah cuek Anya itu. Tapi Samuel tahu, cuek-cuek seperti itu Anya perhatian. Samuel sedikit menunduk kan kepalanya.
"Kalau mau kasih perhatian, pakai senyum." Samuel memberikan senyum lebarnya, berusaha meluluhkan amarah Anya. Anya terdiam, jujur saja jantung nya tidak aman.
Tapi sekuat mungkin Anya tidak gampang luluh. Anya mendorong pelan jidat Samuel, memalingkan wajahnya pula. Samuel hanya tertawa kecil, melihat perubahan sikap Anya.
"Percuma sih catatan materi doang. Susah pahamnya," keluh Samuel dengan raut sendu. Anya menatapnya lagi, tanpa merespon. Tiba-tiba Samuel tersenyum.
"Jelasin ke gue, ajarin. Antisipasi kebodohan gue," lanjut Samuel masih berusaha dekat dengan Anya lagi. Anya tersenyum miring, kembali buang muka. Tidak menanggapi Samuel.
"Buang-buang waktu berharga gue," ucap Anya. Melangkahkan kakinya pergi, tapi Samuel menahannya. Menaruh tangannya di kepala Anya, menggoyang-goyangkan kepala Anya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
PANDEGA
Novela Juvenil"Pandega! Gue suka nama itu!" pekik Anya dengan senang. Samuel tersenyum miring, mendekat ke Anya. "Nama doang?" goda Samuel. "Mau lebih lo?" Samuel kembali tersenyum miring, semakin mendekatkan wajahnya. "Boleh?" ••• Samuel Pandega. Si dingin de...
