SELAMAT MEMBACA ORANG BAIK:')
•••🍁•••
Hari sudah semakin sore, langit terlihat mendung sekarang. Mungkin sebentar lagi hujan akan mengguyur bumi. Dan sebelum itu terjadi, Samuel segera menuju rumah. Mengistirahtkan badan sejenak.
Beberapa hari ia sering pulang malam karena kesibukannya. Beruntung hari ini bisa pulang sore. Setidaknya bunda nya tidak akan khawatir terus. Tersenyum hangat, melihat bunda nya tengah menyirami bunga-bunga kesayangan nya.
"Gini dong, pulangnya jangan malam-malam," ucap Bu Rosa melihat kedatangan Samuel. Samuel hanya tersenyum sembari menyalami bundanya, mengusap-usap lengan bundanya dengan hangat.
"Anya lama nggak main, ajak gih," lanjut Bu Rosa membuat Samuel diam sejenak. Samuel menghela napas masih mengusap-usap lengan bunda nya. Tidak memberi tahu masalahnya dengan Anya.
"Anya sibuk belajar, bun. Bentar lagi ujian Nasional," jawab Samuel dengan raut tenang. Bunda nya terkadang bisa menebak apa yang terjadi pada dirinya.
"Belajar bareng lah, dulu juga gitu. Lebih asik kan," sahut Bu Rosa lagi, mengharapkan kehadiran pacar anaknya tersebut.
"Nanti nggak fokus, bunda." Samuel mengelus-elus bundanya dengan lembut. Tetap mencoba tenang, tidak mau juga bunda nya khawatir.
Meski terlihat jelas raut bunda nya sedih dan kecewa. Samuel tahu bundanya ingin bertemu dengan Anya, mungkin rindu juga.
"Kalian sama-sama sibuk gitu?" tanya Bu Rosa sepertinya menebaknya. Samuel hanya mengangguk singkat, senyum nya masih ia pertahankan. Bu Rosa menghela napas, mengusap-usap bahu Samuel.
"Kamu kelihatan lelah, jarang tidur ya? Atau telat tidur?" Samuel hanya tersenyum, respon pada bunda nya. Bu Rosa mengusap-usap rambut Samuel, matanya terlihat khawatir pada anaknya tersebut.
"Sesibuk-sibuknya kalian, saling mengerti ya. Kasih perhatian satu sama lain. Saling support juga," nasihat Bu Rosa untuk Samuel dan Anya. Samuel mendengarkan, mengangguk paham dengan nasihat bunda nya.
"Sana masuk bersih-bersih," ucap Bu Rosa kembali fokus menyirami bunga-bunga nya. Samuel mengangguk, mengecup kening bunda nya sejenak lalu masuk ke dalam rumah.
Membersihkan badannya, mengisi perut, sepertinya perlu istirahat sejenak. Lalu, menemui Anya. Ia sangat rindu. Itu membuat sepanjang langkah kaki Samuel ke kamar, diiringi senyuman penuh kerinduan.
•••🍁•••
Samuel mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk. Ia baru saja selesai mandi, dengan kaos hitam polos dan celana seatas lutut. Tangan kanannya sibuk memainkan ponselnya.
Me:
Makan udah? |
Samuel berdecak, pesan yang ia kirimkan sejak tadi belum Anya balas. Bahkan hanya dibaca saja, terlihat jelas Anya mengabaikan nya. Samuel menggeleng keras, ia tidak suka seperti ini.
"Shit!" umpatnya kesal.
Segera Samuel mengambil hoodie berwarna cream nya. Mengambil kunci motor dan dompetnya. Bergegas keluar kamar, terlihat terburu-buru dan tidak sabar.
"Gue nggak bisa gini, An." Samuel dengan cepat menuruni anak tangga, sangat tidak sabar ke rumah Anya. Bu Rosa yang melihatnya hanya melongo, membiarkan saja tanpa menegurnya.
Padahal Samuel belum sempat makan, tapi biarlah. Dia merindukan gadis nya.
•••🍁•••
KAMU SEDANG MEMBACA
PANDEGA
Teen Fiction"Pandega! Gue suka nama itu!" pekik Anya dengan senang. Samuel tersenyum miring, mendekat ke Anya. "Nama doang?" goda Samuel. "Mau lebih lo?" Samuel kembali tersenyum miring, semakin mendekatkan wajahnya. "Boleh?" ••• Samuel Pandega. Si dingin de...
