Bab 18

3.4K 156 8
                                        

Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat Membaca

Krek

Suara botol di remat tak membuat lelaki itu berhenti menatap penuh cemburu pada seseorang yang sedari tadi ia pantau.

Ia menatap mereka tajam dengan tatapan dinginnya. Mereka tidak tahu jika ada seseorang yang sedari awal mereka bertemu tengah membuntutinya.

"Bullshit! Nggak ada laki laki yang pantas buat Rosa kecuali gue." gumamnya ketika mendengar lelaki mengatakan rayuan rayuan murahan. Meski ia tahu bahwa lelaki hanya bercanda. Tapi bagi Gaffian itu tidak boleh.

Lihatlah musuhnya sedang berjalan bersama orang yang amat ia cintai.

Di sebuah mall ada sebuah pertunjukan dimana cover dance in public itu di manfaatkan Albar dan Rosa untuk sekedar istirahat menikmati pertunjukan itu.

Rosa juga sebagai dance di sekolahnya sangat suka melihat dance dance. Tak ayal gadis itu sedikit ikut menggerakkan tubuhnya secara tak sadar. Albar tertawa kecil melihat Rosa.

Gaffian berada tak jauh dari mereka. Menyempil di belakang, menutup rapat tudung pada kepalanya. Memasukkan kedua tangannya pada saku hoodie.

Sampai pada saat pertunjukan berakhir, Albar menarik lengan gadisnya begitu saja. Lelaki tampan di sana menggeram pelan.

Kenapa rasanya hatinya panas melihat mereka. Kenapa rasanya setelah mereka putus, hanya Gaffian saja yang merasa jauh lebih sakit. Lelaki itu juga merasa menyesal.

Rasanya sakit melihat Rosa masih bisa tertawa tanpa dirinya. Tersenyum, bahkan senyum bisa memikat siapa saja yang melihat.

Rambut Rosa sebahu, mempunyai tatapan mata yang sangat cantik.

"Mau sampai kapan mereka disini?" ucap Gaffian menggertakkan giginya.

Lelaki itu menendang tong sampah di sebelahnya. Mempunyai emosi yang tidak terkontrol, terkadang suka berimbas pada barang barang di sekitar.

Tapi untuk sekedar melakukan hal yang kasar pada gadisnya rasanya sangat sakit. Lelaki itu memilih banyak melarang, dan banyak bicara.

***

"Makasih ya Bar, hati hati di jalan." ucap Rosa setelah turun dari jok motor ninja Kawasaki milik lelaki itu. 

"Sama sama, btw makasih udah mau gue ajak jalan." ucapnya dari balik helm full facenya sedikit di buka.

"Enak aja! Tadi gue mau kan karena iming iming ke bilangnya tugas OSIS. Mana gue percaya aja lagi! Tukang tipu!" cetus Rosa dengan senyum terbit.

Albar terkekeh dengan reaksi si gadis. "Sekalian healing otak Ros. Udah nonton bioskop, es krim, ada pertunjukan dance kebetulan banget kan! Harusnya bilang apa?"

Rosa mendelik,"Makasih!"

"Nah, pinter banget sekretaris gue!"

"Udah sana pulang. Hati hati!" gadis itu melambaikan tangannya. Padahal lelaki itu masih belum beranjak pergi.

"Kapan kapan gue ajak lagi, alasannya tugas OSIS kan udah besok besok gue pikirin deh."

"Terserah lo Bar!" putus Rosa.

Setelah melihat Albar benar benar pergi dari depan pagar rumahnya. Ia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam pekarangan rumahnya.

"Ihhh, di anter siapa tadi? Bukan Gaffian deh, yang Mama liat!" Eka tiba tiba saja ada di depan pintu menggoda putrinya dengan tersenyum.

Sang Mantan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang