Extra Part

3.7K 70 1
                                        

Kali ini sekolah mengadakan event bazar, jadi setiap kelas dipersilahkan membuat makanan atau pun barang yang bisa mereka jual. Event kali ini bisa disaksikan umum. Tidak tertutup.

Agar tidak terlalu membosankan, kepala sekolah meminta ekskul dance modern tampil, dan ekskul Band juga untuk mengisi bazar kali ini.

Anggota ekskul dance tengah bersiap di di tempat yang sudah disiapkan. Berada di titik tengah ujung, supaya siswa-siswi yang menjaga stan bazar mereka masing-masing bisa menyaksikan tanpa harus terhalang lalu lalang yang ingin membeli barang mereka.

Tentu ada penilaian dari guru, dan dilihat bazar siapa yang banyak membeli.

Kelas Gaffian membuat makanan sebuah pizza berukuran medium. Ciko berdiri di stan sembari mengipasi agar tidak ada lalat yang hinggap. Riko sebagai SPG yang menarik pelanggan.

"Lo nggak usah kebanyakan makan, ini tuh dijual bukan buatin lo." tandas seorang siswi yang sekelas dengan mereka. Menatap sinis Bibed yang baru saja mengigit pizza potongan ke tiga.

"Udah banyak yang beli kok, tinggal 3 pizza lagi. Santai aja Sen." ujar siswi lain.

"Tuh dengerin temen lo." sahut Bibed agak sewot.

"Diem elah. " ucap Reyhan.

Jika kalian bertanya dimana satu teman mereka, jawabannya ialah tidak ada. Gaffian berada di ruang ekskul. Ia harus memastikan pakaian yang Rosa kenakan nanti tidak begitu terbuka.

"Ini udah nggak terlalu terbuka." ucap Rosa, menatap Gaffian yang berdiri didepannya. Lelaki itu tampak mengamati dari atas sampai bawah.

"Roknya apa nggak ada yang agak panjang lagi? Kaosnya kenapa harus crop top?" tanya Gaffian dibuat frustasi dalam intonasi tenang.

"Ini hampir nyampai lutut loh, dari pada yang lain diatas lutut. Kostumnya dibuat sama semua."

Tangan besar Gaffian tampak menarik ujung kaos crop itu agar bisa menutup perut gadisnya.

"Pakai manset aja gimana, Sayang?"

"Aku enggak bawa manset."

"Perutnya keliatan banget, loh." menunjuk perut rata Rosa.

Dance kali ini menampilkan lagu Super shy dari new jeans. Rosa akan menjadi orang yang berperan sebagai new jeans. Anggota lainnya yang tersisa backup dancer.

"Cuma 5 menit doang. Aku cuma satu lagu, lainnya masih dance." ucap Rosa mencoba memberi penjelasan.

"Rosa, ayo cepetan udah mau mulai." ucap teman ekskulnya yang datang dari balik pintu.

"Ayo!" seru Rosa menarik tangan kekasihnya keluar dari kelas.

"Jangan lupa--" memperagakan gerakan memotret pada Gaffian. Artinya gadis itu ingin kekasihnya memotret dirinya dikala tampil. Tentu dengan senang hati Gaffian akan melakukannya. Meskipun permintaan dadakan, untungnya ia membawa ponsel.

Musik diputar, saat itu pula mereka tampil dengan tenang dan kompak.

You don't even know my name doya....
Im super shy super shy
But wait a minute
While i make you mine make you mine ...

Woooooo

Prok prok prok

Semua penonton bersorak gembira sesekali menyemangati dan memuji.

"Kalian keren!"

"Rosa cantik banget!" Beberapa siswa siswi dengan gamblang memuji kecantikan gadis itu. Tentu saja Gaffian mendengarnya. Dibilang senang ya, senang, karena dengan pujian itu pasti gadisnya merasa senang. Namun tidak untuk siswa yang terang-terangan memuji gadisnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 16, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Sang Mantan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang