44 || Alan sakit

46.8K 3.9K 421
                                        

[ happy reading! ]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[ happy reading! ]

🌩️🌩️🌩️

Sudah sekitar satu jam yang lalu semenjak Alan pergi meninggalkan rumah, hujan lebat datang tanpa di undang. Di dalam kamar bernuansa simple, ada Elma yang sedang sibuk menonton drakor di laptop.

Di sisi kanan, dan kiri perempuan itu terdapat beberapa camilan ringan. Cuaca di luar terbilang dingin sehingga mengharuskan nya memakai sweeter, celana panjang, dan kaos kaki.

Melirik jam dinding, kemudian bergumam pelan, "Alan, kok, belum balik-balik, ya?"

"Rujak manis sama es degan nya ada ga, ya?" Elma memasukkan keripik kentang berbumbu pedas ke dalam mulut. "Suami gue kehujanan ga, ya?"

"Telfon aja, lah." Elma meraih ponsel yang dia letakkan di atas nakas. Jemarinya menari di atas keyboard mencari nama Alan.

"Kok, nggak di angkat?" Rasa cemas mulai hinggap di dalam batin nya. Pemikiran buruk juga mulai merambat ke otaknya.

Namun segala pemikiran buruk tersebut langsung buyar tatkala suara Alan menggema di ruang tamu memanggil namanya. "ELMA!"

"APA?!" Balas Elma balik berteriak. Dengan terburu, perempuan yang tengah berbadan dua itu berlari ke ruang tamu. "Mana rujaknya? Es degan nya ada, kan?"

Alan meletakkan dua bungkus keresek ke atas meja. Seluruh badan nya nampak basah kuyub terkena guyuran hujan. "Tuh,"

"Aaaa ... makasih .." kedua pupil mata Elma terlihat berbinar. Perempuan itu langsung menyambar dua keresek tersebut. "Beli dimana?"

"Udah, makan aja. Gue mau ganti baju," Alan menanggalkan seluruh pakaian nya terkecuali celana pendek sepaha bermotif barbie kesukaan nya. "Ni baju basah, gue taro di pojokan kamar mandi, ya?"

Elma mengangguk. Perempuan itu sedang sibuk melahap rujak manis sembari berdiri. "Heem, taro aja disitu. Besok gue cuci."

"Ini lantai nya basah semua gapapa?" Lagi-lagi, Elma mengangguk seolah-olah tak mempermasalahkan hal tersebut. "Gih, ke kamar. Disini dingin,"

"Mandi pake air anget, abis itu ke kamar, ya .." Alan mengangguk. "Nanti gue buatin teh anget."

"Udah, sana masuk." Alan mendorong pelan bahu Elma supaya perempuan itu masuk ke dalam kamar.

Alan berjalan ke kamar mandi khusus tamu. Selain tak mau membuat lantai kamarnya basah, laki-laki itu juga tak mau menyusahkan Elma.

Akalanka [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang