"Nikah sama Alan itu, berasa nikah sama setan jadi-jadian!"
-Elma Ainayya Gantari
***
Perihal Elma, dan Akalanka.
Elma Ainayya Gantari, gadis yang hobi dijadikan objek guyonan Alan. Di kamus lelaki itu, tiada hari tanpa menjahili Elma.
Setiap menit...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[ happy reading! ]
🌩️🌩️🌩️
Bel istirahat kedua berbunyi nyaring. Menandakan bahwa adzan dzuhur sebentar lagi akan dikumandangkan lewat spiker masjid sekolah.
Semua siswa laki-laki berbondong-bondong keluar dari masing-masing kelas.
Ada beberapa dari mereka yang sudah siap dengan peci, sajadah, dan sarung yang diselampirkan di pundak, ada lagi yang masih menetap di koridor untuk bergurau.
Tak terkecuali Alan, dan kedua buntutnya.
Ketiga remaja lelaki itu sedang sibuk memperebutkan sarung yang dibawa Dilon selaku teman sekelasnya.
"Ini, gue dulu yang pinjem!" Alan memekik.
"Gue duluan, sapi!" Haikal ikutan memekik keras.
"Dilon, tuh, minjemin sarung nya ke gua! Bukan ke lo-lo pada, kambing!" Faiz berteriak nyaring.
"Heh, molen krempeng! Ngalah napa, sama yang lebih muda!" Alan menarik kuat.
"Gue Agustus, lo Juni! Masih muda'an gue, kebo!" Sahut Faiz tak mau kalah.
"Sini'in sarung nya, ARGH!" Haikal menarik kuat, namun sarung yang diperebutkan belum juga sampai ke tangan nya.