Hal yang menyambut Sienna begitu dia sampai di parkiran kampus adalah pelukan hangat dari rekan-rekan satu bandnya. Sesaat setelah Sienna turun dari motor Luka, kelima cowok—yang sangat tumben sudah datang ke kampus pagi-pagi begini—tiba-tiba sudah berkumpul dan menarik Sienna ke dalam lingkaran kecil yang mereka buat untuk kemudian menenggelamkan sang perempuan di dalam lingkaran itu, awalnya Dimas tidak ikut-ikutan karena masih berdiri teguh dengan prinsipnya—bersentuhan dengan Sienna itu haram—tapi Dino langsung menariknya untuk bergabung.
Sienna tersenyum gemas, dia ingin mengatakan sesuatu saat teman-temannya sudah melonggarkan lingkaran itu, tapi mereka justru masih saling merangkul, kemudian melompat-lompat mengelilingi Sienna sambil membuat suara, "Sienna! Sienna!"
Sienna langsung melotot, mengerjap beberapa kali saking terkejutnya. "Ngapain sih?"
"Upacara penyambutan," jawab Dino seadanya.
"Ih! Malu-maluin ah! Udahan dong!" Sienna menahan pundak Raka yang posisinya sedang berada di hadapannya. "Bang, udah! Malu dilihatin orang!"
"Bang Brian, ih!" Sienna merengek, tidak ada yang mau mendengarkannya. "Astaga! Bang Jae, udahan dong! Dino, Masdew!"
"Astaga, malu-maluin!" Sienna menutup wajahnya menggunakan tangan, sesekali mengintip untuk memeriksa orang-orang yang lewat.
"Selamat datang kembali, Sienna!" sambut Dino setelah mereka selesai lompat-lompat, napasnya mulai tersengal karena ngos-ngosan. "Anjir, capek juga ya."
"Lagian lo sih, ada-ada aja idenya." Jeje mendengus, berusaha mengatur napasnya. "Malu-maluin juga, anjir."
"Tapi anehnya gue kok menikmati ya?" Brian menatap teman-temannya. "Malu-maluin bareng kalian tu feels different aja gitu, seru juga."
"Nggak seru!" Sienna buru-buru menyergah. "Gue ngerasa jadi korban di sini! Malu banget tahu! Serasa lagi dikasih sanksi sosial!"
Yang lain sontak tertawa mendengar keluhan Sienna.
"Iya, anggap aja gitu. Hukuman buat lo karena tiba-tiba pergi tanpa cerita-cerita dulu," kata Raka.
"Tauk, bikin pusing aja mikirin vokalis pengganti." Dino selalu dengan sikap usilnya yang sudah mendarah daging. "Kemarin hampiiiiir aja mau ngerekrut Kak Ava beneran."
Sienna mendengus, kemudian menatap ke arah teman-temannya. "Drummer-nya aja yang diganti gimana? Setuju?"
"Setuju!" mereka kompak berseru.
"Lah, kok jadi gue?" Dino mengeluh. "Gue nggak pernah absen ya! Enak aja tiba-tiba diganti!"
"Bacot!" sahut mereka bersamaan, Dino langsung mendengus dan memberengut dengan sok imutnya.
"Eh, Ka..." Brian menjadi orang pertama yang memanggil Luka setelah yang dilakukan cowok itu sedari tadi hanya berdiri di belakang dan memperhatikan mereka tanpa ingin menimbrung. "Sabtu ini lo pelantikan, kan?"
"Sabtu depan, Bang. Sabtu ini demisioner BEM dulu."
"Oh gitu. Btw semangat ya, selamat bergabung di BEM." Brian dengan senyum mengejeknya. "Cieee anak BEM haha.."
"Kenapa emangnya anak BEM?" Jeje langsung menyergah, sedikit tersinggung dengan ucapan Brian.
Brian tertawa canggung. "Nggak, maksud gue, kan jarang banget ada anak mesin gabung BEM. Dan sekarang, Luka yang dulunya anggota HMM, jadi Presiden Mahasiswa. Santai, santai. Gue sama sekali nggak bermaksud ngejelekin BEM kok."
"Tapi, gue heran, kenapa lo tiba-tiba pengen jadi presma sih?" tanya Raka. "Selain karena desakan dari Ava?"
Luka sudah membuka mulutnya, namun menyempatkan diri dulu untuk melirik Sienna yang terlihat menantikan jawaban darinya. Kemudian dia menjawab, "Pengen aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Adaptasi
Roman pour Adolescents[vseulkook au] Hal seklise 'benci jadi cinta' tak akan pernah terjadi di antara Sienna dan Kanaka, mereka sendiri yang menjamin itu. Kebalikan dari Romeo dan Juliet yang saling mencintai namun tidak mendapat restu, mereka justru saling membenci namu...
