Cie masih mantengin part di cerita ini AHAHAHA makasih yaa. Yang mau Vote, tekan sebelum baca dulu supaya ga kelupaan.
Happy reading 💐
Zia menghela nafasnya kesal, bagaimana tidak? Baru hari pertama sekolah sebagai kakel kelas 12 langsung ada banyak sekali masalah.
Yang pertama, banyak anak baru yang centil, suka berantem, ngelawan guru/kakel. Belum lagi Zia diserang sama jamet-jamet.
Melelahkan. Zia berharap ini akan segera berakhir.
Dinar yang sedari tadi di sampingnya, menarik Zia menuju toilet untuk mencuci muka agar lebih segar.
"Sabar aja zi, emang bocah-bocah sekarang tuh pada ga tau malu." Ujar Dinar saat Zia sedang mencuci muka.
Zia mengangkat kepalanya lalu mengelap wajahnya dengan handuk kecil yang biasa ia bawa.
"Masalahnya bukan itu, ni bocah udah kelewatan! Baru juga kelas 1 SMA udah jadi lon-"
"Syutt." Dinar meletakkan jari telunjuknya telat di bibir Zia.
Sekalian untuk disensor.
"Jangan Suudzon dulu, Lo kalo liat cogan juga histeris." Sindir Dinar.
"Beda lah anjir! Gue ga sampe nempel-nempel kayak prangko kali, gue kalo liat cogan histeris ke Lo doang, si cogan ga tau juga." Ucap Zia. Sungguh, ia tidak mau disamakan dengan mereka.
"Trus mereka gimana?"
"Mereka tuh ya, kalo ketemu cogan langsung nempel, ga kenalan dulu terus teriak kenceng banget."
"Iya juga, tapi-"
"Gak ada tapi-tapi an, gue sama mereka beda!" Tukas Zia, lalu berjalan menuju luar toilet.
Baru juga mau keluar dari toilet udah ada masalah aja.
Putri. Inget kan? Dia sama antek-anteknya.
"Akhirnya kita ketemu lagi." Ucap putri.
"Emang kenapa? Lo kangen sama gue?" Ucap Zia.
"Mimpi aja Lo! Ya kali gue kangen sama orang kayak Lo."
"Apalagi gue, ogah banget di kangenin sama orang kayak Lo, udah sana minggir." Disaat Zia hendak melewati mereka, putri mengulurkan kakinya. Berniat membuat Zia terjatuh.
Tapi ini Zia loh, tidak bisa sembarang.
Ingin membuat Zia terjatuh malah ga jadi. Kasian.
Zia tersenyum sinis pada Putri.
"Apa? Lo pikir gue bakalan jatoh terus malu? Ga akan!" Lalu Zia menginjak kaki putri hingga membuat sang empu meringis.
"Awas Lo!" Putri mendahului Zia dengan berjalan dibantu oleh antek-anteknya.
"Gaya Lo! Kaki diinjek doang pake dibantuin segala." Ejek Zia.
Putri yang kepalang malu karena aksi mereka menarik perhatian segera berlari menuju kelas.
"Tadi aja dibantuin jalannya." Sindir Dinar.

KAMU SEDANG MEMBACA
USAI [END]
Teen Fiction📢 Jangan di copy-paste 📢 seorang perempuan yang mengetuai sebuah agen rahasia yang sangat terkenal. Semua isi hidupnya sulit ditebak, sebuah tatto yang ada pada lengannya membuat seorang pria sangat ingin tau apakah arti dari tulisan tersebut. hin...