|dek |mas boleh tanya? |kenapa sih setiap bulan kamu selalu izin latihan? |maksudku, kalo misal adekmu sakit 'kan masih ada ibu atau ayahmu |terus kalo acara keluarga juga, kamu gak yang harus banget dateng 'kan?
|dek?
1 januari 2021
assalamualikum, mas kun| ini mamanya lika| maaf kalau selama ekskul lika sering| izin latihan lika... udah gak ada..| sebenernya selama ini lika mengidap| kanker hati saya sebenernya sdh melarang lika ikut ekskul ini, tapi lika gak mau| lika bilang dia mau capai cita-citanya| sebagai penyanyi dan dari ekskul inilah dia bisa| mengembangkan bakatnya atas nama lika, saya minta maaf kalau| lika pernah buat salah atau buat mas kesel selama ini
((nama cuma untuk pemanis))
|innalillahi wa innailaihi roji'un |saya turut berduka atas meninggalnya lika, semoga dia ditempatkan ditempat terbaik di sisi-Nya |saya tau lika orang baik, dia selalu bikin orang-orang di sekitarnya senyum karena tingkah konyolnya.
terima kasih atas doanya, mas 🙏|
———
kun melangkah menyusuri area makam yang sangat sepi itu dengan langkah yang terasa berat.
senyum tipis terukir di wajahnya yang terlihat sendu, sementara tangan kanannya memegang sebuket bunga krisan merah yang terlihat cantik.
"assalamualaikum, cantik," sapa kun dengan senyum lembutnya.
bunga yang memiliki makna cinta itu kun letakkan di atas tanah makam yang masih basah.
"cepet banget sih perginya? kamu tau gak sih, banyak banget orang yang sayang sama kamu, bahkan Tuhan pun sayang banget sama kamu, sampe kamu dijemput duluan."
kun mengulum bibirnya, berusaha menahan air matanya agar tidak menetes.
tangan beruratnya mengusap nisan kayu yang bertuliskan nama perempuan yang ia cintai itu.
"mas sayang sama kamu, dek. sayang banget sampe rasanya bener-bener sakit karena mas udah gak bisa liat kamu secara langsung lagi."
"mas pengecut banget ya beraninya bilang sayang saat kamu udah gak ada?"
"mas pasti bakal kangen sama perempuan cantik yang setiap bulan chat mas untuk izin latihan, mas pasti bakal kangen banget dek..."
"kata launa kamu suka sama mas dari kelas sepuluh ya? kalo gitu sama, mas juga suka sama kamu dari kamu kelas sepuluh, dari awal kamu masuk ke sekolah kita."
kun memejamkan matanya erat, dadanya benar-benar sesak melihat nama perempuan yang ia cintai tertulis di atas nisan kayu itu.
"kamu pasti udah bahagia ya di sana? udah gak sakit lagi ya? udah ketemu pangeran-pangeran surga yang lebih ganteng dari mas ya?"
kun tersenyum pedih. "walaupun begitu, mas harap kamu gak akan pernah lupain mas."
"mas juga gak akan pernah lupain kamu, dek. walaupun mas menikah dengan perempuan lain nantinya, nama kamu akan tetap ada di dalam hati mas yang paling dalam. mas cinta kamu, banget."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.