aku menatap teman-temanku yang tengah bersorak girang dengan tatapan malas, saat ini kelas sedang tidak ada guru karena semua guru tengah melakukan rapat kelulusan.
sementara kami dibiarkan di dalam kelas tanpa tugas dengan syarat tetap di kelas dan tidak keluar-keluar.
dan teman-teman sekelasku menggunakan kesempatan itu untuk bermain truth or dare menggunakan botol aqua yang tadi digunakan anak laki-laki untuk bermain flip bottle.
"ayo, ayo. truth or dare?" lia mengguncang tubuhku tak sabaran. iya, botol itu tadi berhenti dengan ujung yang mengarah ke arahku.
"dare," sahutku malas.
sebenarnya aku tidak mau ikut bermain permainan kekanakkan ini, tapi lia dengan kurang ajarnya malah menyeretku ke depan kelas untuk ikut bermain bersama yang lain.
"agyeo, agyeo! yang kaya mbak dita keram!" celetuk yedam heboh, hampir semua anak laki-laki memang ikut bergabung bersama kami.
kecuali taehyun, si es batu.
"gak mau!" tolakku cepat, bisa hancur harga diriku jika menuruti dare dari yedam sialan itu.
"buruan! agyeo-nya harus ke taehyun, kalo gak bayar 50 rebu." aku mendelik sementara yedam dan samuel langsung tersenyum tanpa dosa ketika melihat tatapanku.
"cepetan! keburu rapatnya selesai!"
teman-temanku yang perempuan juga ikut bersorak menyuruhku untuk segera melakukan dare itu.
membuatku mau tak mau berjalan mendekati taehyun yang sedari tadi hanya duduk di bangkunya dan menatap kami datar.
"harus yang imut, biar si kulkas luluh."
"banyak maunya lo, bangsat!" sialan, mereka malah tertawa ketika mendengar umpatanku.
"BURUAN JELEKKKK!"
"sabar, sipit!" balasku kesal.
setelah menarik napas panjang aku mulai melakukan agyeo yang tadi yedam maksud, walaupun harus menahan malu. daripada bayar 50 ribu.
"panggil oi juga boleh."
aku memulai agyeo itu dengan suara yang dibuat-buat, hingga teman sekelasku menatapku jijik.
"panggil yak juga boleh."
"cuma kita yang tau panggilan sayang ini."
"cintaku..."
"KIW KIW!"
"sayangku.."
"AW TAEHYUN BALES DONG, 'KENAPA SAYANG' GITU!"
teman sekelasku sudah heboh di belakang sana, sementara wajahku sudah memerah sempurna dan taehyun tetap dengan wajah datarnya.
"mulai hari ini kamu punyaku." entah dorongan darimana, aku malah mengedipkan mata kananku pada taehyun hingga senyum tipis terbit di wajah manusia kulkas itu.
"ANJIR ITU TAEHYUN SENYUM!"
"KEREKAM, KEREKAMM!"
"ekhm."
kami serentak menoleh ke asal suara, di mana jisung—ketua osis sekaligus pacarku—berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dada.
"eh bapak ketos." yedam menyengir tanpa dosa, lalu serentak kami semua kembali ke bangku masing-masing.
tanpa terkecuali.
aura jisung yang mengintimidasi membuat kelas seketika sunyi.
"ngapain ngumpul di depan gitu?" tanya jisung datar.
"main truth or dare." entah siapa yang menjawab karena saat ini perhatianku hanya terpaku pada jisung yang terlihat sedang menahan marahnya.
"gak di kasih tugas?" serempak, kami menggeleng. jisung mendecak kencang lalu tanpa aba-aba menarik pergelangan tanganku.
membuat teman - teman sekelasku yang melihat itu melotot tak percaya, karena aku dan jisung memang menjalani hubungan secara diam - diam alias backstreet.
"ANJIM ITU TEMEN AING MAU DIBAWA KEMANA?!"
"WAH SANGAR, TEMEN GUE DIEM-DIEM MAENNYA SAMA KETOS EUY."
"MANTEP JUGA ANJAY PELETNYA."
pekikan-pekikan kaget itu masih dapat aku dengar walau jisung sudah menarikku lumayan jauh.
"ngapain?" jisung melepas cengkraman tangannya setelah kami sampai di taman belakang sekolah yang tak ada satupun orang.
"mainan doang," jawabku seraya mengelus pergelangan tanganku yang memerah karena ulah jisung.
"harus banget sampe diimut-imutin gitu suaranya?" jisung mendengus tak suka, membuatku tanpa sadar tersenyum jahil.
hey, sejak kapan jisung-ku ini menjadi cemburuan? seingatku, jisung itu orangnya cuek dan tidak pedulian.
bahkan aku jalan berdua dengan samuel saja dia tidak peduli.
"kayaknya minggu kemaren aku jalan sama samuel gak ada yang marah," ucapku dan bersikap seolah-olah sedang berfikir.
"beda, samuel udah punya gebetan." aku mengangkat satu alisku, sementara jisung malah membuang pandangannya ke arah lain.
"emang kalo taehyun kenapa?"
jisung kembali menoleh, menatapku dengan tatapan sipitnya yang terlihat tajam. "taehyun itu suka sama kamu, keliatan jelas banget dari matanya. kamu aja gak peka."
aku tergelak ketika jisung tiba-tiba membawaku ke dalam pelukannya, dan menduselkan wajahnya di bahuku.
"jangan deket-deket taehyun lagi, aku gak suka!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.