langkah kakiku terhenti saat melihat suamiku tengah makan siang dengan seorang wanita dengan pakaian modisnya, duduk berduaan dan saling menyuapi sesekali.
seulas senyum miring terukir di bibirku, akhirnya aku tau penyebab kenapa lucas selalu pulang malam beberapa bulan terakhir ini.
oke, kalau begitu mari kita ikuti permainannya.
dengan langkah tenang aku masuk ke dalam restoran yang cukup mewah itu, kemudian berakting seolah terkejut melihat suamiku berduaan dengan seorang wanita.
"sayang? kamu makan di sini juga?" ucapanku menggantung saat pandanganku beralih pada wanita yang duduk di sebelah lucas, walaupun kini sudah ada jarak di antara mereka.
"oh.. kamu lagi meeting sama klien ya? kenalin aku istrinya lucas, salam kenal ya." aku berpura-pura tersenyum manis sambil mengulurkan tanganku ramah.
wanita itu tersenyum kecut, kemudian menjabat tanganku ogah-ogahan. "clara."
"aku boleh gabung? keliatannya kalian udah selesai bahas kerjaan karena udah gak ada bahan meeting di atas meja." aku mengangkat satu alis, masih dengan senyum palsuku.
"oh, boleh kok, boleh banget. silahkan duduk."
setelah dipersilahkan duduk oleh clara, aku langsung mengambil tempat duduk tepat berhadapan dengan lucas.
"kamu tumben keluar rumah? dandan lagi, mau nemuin siapa, hm?"
mhm, apa saat ini ia sedang berusaha menuduhku berselingkuh di belakangnya.
yah, bukankah mencurigai pasangannya selingkuh ada hobi orang yang suka selingkuh? aku sudah khatam hal itu, karena ayahku juga adalah seorang bajingan brengsek yang tidak puas dengan satu wanita.
aku jadi penasaran kenapa hidupku dikelilingi pria bajingan yang haus akan wanita.
"tadinya sih mau nemenin temenku mergokin suaminya selingkuh." tubuh lucas dan clara terlihat menegang. "tapi karena ketemu kamu, mending sama kamu aja deh, aku udah kasih tau temenku untuk telpon temen yang lain kok."
"oh.." jawab mereka bersamaan.
kompak sekali saudara-saudara.
"waiters!" lucas tiba-tiba saja memanggil pelayan. berusaha untuk mengalihkan perhatianku, huh?
"kamu pesen apa aja yang kamu mau ya, harus makan yang banyak biar makin ndut, biar aku makin gemes." aku mendengus dalam hati mendengar ucapan manisnya.
hey, apa ia tidak takut selingkuhannya cemburu padaku?
"oh ya, kamu abis ini balik ngantor lagi?" tanyaku agar ia tidak lagi mengalihkan perhatianku.
"hmm, iya dong. memangnya mau ke mana lagi?"
aku mengangkat kedua bahuku. "cari pelampiasan mungkin?" sindirku membuat raut wajah kedua manusia di depan itu seketika memucat.
"maksud kamu?"
"ya mungkin aja kamu capek kerja dan cari pelarian, jalan ke mall atau me time ke mana gitu?"
lucas menghela napasnya pelan.
"gak dong, aku mau kerja keras biar bisa wujudin impian-impian kamu." lucas tersenyum manis, meraih jemariku dan mengusap lembut.
ow so sweet. tapi sayangnya aku ingin muntah mendengarnya.
———
"luke, aku pengen punya cafe-cafe aesthetic gitu deh," ucapku pada lucas yang sedang sibuk dengan ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
NCT AS | NCT OT23
Short Story𝐌𝐚𝐫𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐥𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫 𝐍𝐂𝐓. ⚠️banyak kata kasar⚠️ A wattpad story by ©aimmortelle_
