Lembayung senja menutup hari
Mengucap selamat tinggal dan sampai nanti
Terlukis kenang kisah kita berdua
Dalam lembayung senja yang mengangkasa
Perihal dua insan yang melebur jadi satu
Dalam temu di antara dua rindu
Dengan segenggam asa yang terpatri
Dan seikat sayang yang tersimpan di hati
Bahwa sang waktu telah memberi bukti
Tentang kesetiaan yang teruji
Bahwa sang takdir telah memberi ruang
Tempat yang sungguh untuk berpulang
Mungkin raga tak bisa selalu di sisi
Tapi jiwa selalu sedekat nadi
Mungkin mata tak bisa selalu menatap
Tapi doa akan selalu mendekap
~limit rasa~
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmaraloka yang Bertahta
Poetry[KUMPULAN PUISI] Tentang puisi yang berasal dari intuisi. Karya seorang melankolis pencipta sajak puitis. Selamat menikmati, spesial untuk penyuka sajak. Follow dulu sebelum membaca:) Temui sisi lainku di IG : @limit.rasa
