Tatkala mentari menutup hari
Menenggelamkan cahayanya
Cakrawala memayungi bumi
Diramu sajak-sajak melankolia
Tatkala awan menari-nari
Menyajikan indahnya panorama
Meriah menyenangkan hati
Gebyar pertunjukkan nabastala
Tatkala bintang menghiasi langit
Kerlap-kerlip yang melalang buana
Semesta yang saling terkait
Beraneka ragam pertunjukan suka duka
Tatkala aku memandangi semuanya
Bersamamu, damai terasa
Tapi kini, telah berbeda
Tersisa aku dan semesta yang bertanya-tanya
~limit rasa~
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmaraloka yang Bertahta
Poezja[KUMPULAN PUISI] Tentang puisi yang berasal dari intuisi. Karya seorang melankolis pencipta sajak puitis. Selamat menikmati, spesial untuk penyuka sajak. Follow dulu sebelum membaca:) Temui sisi lainku di IG : @limit.rasa
