Angin mendayu-dayu
Rinduku makin menderu
Bising di telingaku
Tak terjeda, tanpa jemu
Selaksa doa menyapu muka
Reswara melalang buana
Tersiksa dalam diam yang fana
Tak tahu rumah pulangnya
Katanya, semesta telah tak ramah
Rumah hanya sebagai tempat singgah
Euforia di sela problematika
Kaku lakunya tak terbaca
Kharismamu mengalihkan pandang
Selaras menuntun riang
Jalan-jalan tanpa tahu pulang
Sebab rasanya akan terus panjang
Sungguh, mampu tapi tak mau
Rumit bagai teka-teki dungu
Tidakkah engkau tahu?
Bahwa hidup tak kenal lugu?
~limit rasa~
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmaraloka yang Bertahta
Poetry[KUMPULAN PUISI] Tentang puisi yang berasal dari intuisi. Karya seorang melankolis pencipta sajak puitis. Selamat menikmati, spesial untuk penyuka sajak. Follow dulu sebelum membaca:) Temui sisi lainku di IG : @limit.rasa
