Kalah, aku di ujung pengharapan
Terlanjur sudah, berantakan
Suara parau lantang terdengar
Riuh gundah gulana terpancar
Sepak terjang rajaswala
Terbelenggu rasa romansa
Romantika yang ternyata fana
Melukiskan retisalya
Sungguh, lelah terasa
Perjalanan yang entah kemana
Hati ini merasa disorientasi
Kala tuntutan dianggap hakiki
Sementara, kita sementara
Abadi hanya kiasan yang ada
Kau dan aku tak lagi saling paksa
Tentang perbedaan prinsip kita
Sementara, hanya sementara
Kita bukan lagi kita
Yang lalu biarlah berlalu
Biarkan kenangan menjadi abu
Setelah sekian lama
Ternyata tak selamanya
Hanya sekian lama
Bukan selama-lamanya
~limit rasa~
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmaraloka yang Bertahta
Poesía[KUMPULAN PUISI] Tentang puisi yang berasal dari intuisi. Karya seorang melankolis pencipta sajak puitis. Selamat menikmati, spesial untuk penyuka sajak. Follow dulu sebelum membaca:) Temui sisi lainku di IG : @limit.rasa
