Aku di tepi laut
Menanti dengan kalang-kabut
Warna lautan yang biru
Tak cukup menenangkanku
Biru dan akan selalu biru
Berkilauan bagai permata
Hangatnya menyentuh kalbu
Seisi semesta seakan membiru
Langkahku tertatih-tatih
Mengejar titik takdir
Sayup-sayup merintih perih
Tak mengira ini akhir
Air mata menetes tanpa suara
Saran akan makna yang ada
Doa yang paling tulus;
Atau luka yang paling serius?
~limit rasa~
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmaraloka yang Bertahta
Poetry[KUMPULAN PUISI] Tentang puisi yang berasal dari intuisi. Karya seorang melankolis pencipta sajak puitis. Selamat menikmati, spesial untuk penyuka sajak. Follow dulu sebelum membaca:) Temui sisi lainku di IG : @limit.rasa
