BIRU LAUT

3 1 0
                                        

Aku di tepi laut
Menanti dengan kalang-kabut
Warna lautan yang biru
Tak cukup menenangkanku

Biru dan akan selalu biru
Berkilauan bagai permata
Hangatnya menyentuh kalbu
Seisi semesta seakan membiru

Langkahku tertatih-tatih
Mengejar titik takdir
Sayup-sayup merintih perih
Tak mengira ini akhir

Air mata menetes tanpa suara
Saran akan makna yang ada
Doa yang paling tulus;
Atau luka yang paling serius?

~limit rasa~

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 08 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Asmaraloka yang BertahtaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang