Bagaikan sungai yang mengalir
Tenang, tapi tetap bergulir
Rajutan rasa yang rapi
Seolah ingin dihias tanpa tapi
Rupanya semua fana
Rencana hanya tersisa kata
Kata yang pernah digoreskan tinta
Kini, menjelma jadi aksara tanpa makna
Aku tidak pernah melupakan
Tentang kata dan kita yang berantakan
Tentang kenangan yang berserakan
Dan tentang sebuah perpisahan
Sayang, dibuang sayang
Namun, sesal jika terkenang
Kala itu, kita sepakat untuk saling pulang
Namun, ternyata kita lupa sepakat perihal definisi pulang
Kembali bersama atau tidak lagi sama-sama?
~limit rasa~
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmaraloka yang Bertahta
Poesia[KUMPULAN PUISI] Tentang puisi yang berasal dari intuisi. Karya seorang melankolis pencipta sajak puitis. Selamat menikmati, spesial untuk penyuka sajak. Follow dulu sebelum membaca:) Temui sisi lainku di IG : @limit.rasa
