Sore ini Cakra menghela nafasnya berkali-kali. Bukan karna dirinya sedang lelah karna melakukan hal berat, tetapi ini semua karna kelakuan Dinda yang sejak tadi terus mengekori kemanapun ia pergi.
"Kenapa?" tanya Cakra tiba-tiba, Dinda yang berada dibelakangnya langsung menubruk punggung tegapnya.
"Abang kalo mau berhenti ngomong dong," ucap Dinda sambil mengusap usap dahi.
"Bodoh amat."
"Bang."
"....."
"Bang"
"....."
"Abang budek!!"teriak Dinda sambil menggeplak keras lengan Cakra. Ia sangat kesal, karna sedari tadi Cakra mengabaikan panggilannya.
"Hm." Cakra berucap dengan sangat malas, telinganya panas lama-lam mendengarkan teriakan Dinda.
"Jalan-jalan yuk."
"Liat jam tuyul," kata Cakra sambil menunjuk kearah jarum jam yang berada dipergelangan tangannya.
"Kenapa? Kemaren aja pulang sampe malem."
"Enggak-enggak," tolak Cakra dengan menggelengkan kepalanya.
"Dasar tukang bohong! Bisanya cuman janji doang."
"Gak gitu Din, kemaren kan disuruh pulang sama Ayah."
"Makanya sekarang aja Bang, kemaren Abang udah janji loh."
"Dasar cerewet, Ayok!" Putus Cakra akhirnya.
"Dasar Galak!!"
"Terserah," ucap Cakra yang berjalan mewlewati Dinda yang sedang misuh-misuh.
"Buruan, katanya pengen jalan-jalan," ucap Cakra yang sudah berhenti diambang pintu.
"Ayok."
Dinda langsung berlari keluar rumah dengan wajah super girang.
Sementara Cakra hanya tersenyum melihat tingkah dinda yang super absurd, lalu mengikuti Adik kecilnya dari belakang.
"Cepetan Abang!" teriak Dinda, gadis kecil itu sudah duduk anteng diatas motor.
"Sabar Din," ucap Cakra, laki-laki itu berjalan santai. Ia mangambil Helm fullface-nya lalu memakainya.
"Pak jangan lupa pintunya dikunci ya, soalnya saya sama Dinda kayanya pulang malem," ucap Cakra dibalik helm fullface-nya.
Cakra dan Dinda sudah duduk dimotor matic, gadis kecil itu bahkan memeluk Kakaknya dengan erat. Alasan ia memilih menggunakan motor matic daripada motor ninja yang biasa digunakan untuk sekolah atau hanya sekedar pergi kemarkas Andalas, karna demi apa pun Dinda bertambah 10 kali lipat cerewet saat kesusahan menaiki dan menuruni motor ninjanya yang tinggi.
"Siap den," ucap Pak Usman yang sudah membuka pintu gerbang.
Hanya menganggukan kepalanya pada pak usman, lalu melajukan motornya dengan santai.
______________________
"Bang, kenapa dari tadi kita malah muter-muter terus sih?" tanya Dinda, mereka berdua sudah berjalan hampir 20 menit.
"Emang kita mau kemana?"
Mendengar ucapan menyebalkan dari Abangnya itu dinda langsung menggeplak bahu Cakra, kenapa abangnya tiba-tiba jadi bodoh gini, jelas-jelas tujuannya kerumah Fauzan.
"Kerumah Bang Fauzan, Abang gimana sih? Tujuan kita udah jelas banget dari rumah loh..."
"Mau gapain sih kesana? Lo mau jadi bahan percobaan dukun kw kaya Fauzan?" ucap Cakra yang berusaha menakut-nakuti adiknya yang cengeng dan penakut. Tetapi sayangnya Dinda tak takut sama sekali, justru sekarang gadis kecil itu makin semangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Enigma[Complete]
Teen FictionKisah seorang remaja menengah SMA yang kehilangan jati dirinya, ia yang harus berpura-pura menjadi orang lain karna sebuah kesalahan. Sebuah rahasia yang akhirnya melenyapkan kepribadiannya, ia yang memiliki sosok lain dalam dirinya, atau orang awam...
![Enigma[Complete]](https://img.wattpad.com/cover/281928383-64-k256379.jpg)